UMKM  

Ubah Limbah Jadi Pakan Ternak

FOKUS: Hamzah Setiawan saat memproduksi pakan ternak miliknya, Senin (14/3). (LUTHFI MAJID / JOGLO JATENG)

Di bumi yang kaya ini, banyak alternatif ketika kebutuhan mahal. Selain minyak goreng, makanan ternak pun ada solusinya.

HAMZAH Setiawan (26) berhasil mengumbah limbah menjadi pakan ternak. Idenya tersebut berawal dari kegelisahannya saat harga pakan ternak mengalami kenaikan. Pasalnya, dirinya memilki ternak sendiri di rumah yang butuh dikasih makan.

Dengan mesin pengilingan, pria asal Kabupaten Pati itu sukses mengolah limbah industri seperti kulit kacang, kulit biji kopi dan tongkol jagung jadi pakan ternak aternatif. Adapun bahan-bahan tersebut ia dapatkan dari daerah sekitar Pati.

“Bahan-bahan dicampur secara bergantian, kemudian ditambah bahan berprotein. Seperti tepung ikan dan tetes tebu,” ujarnya, Senin (14/3).

Dia mengaku bahwa pakan alternatif yang dibuatnya mampu mempercepat pertumbuhan   ternak. Selain itu, bisa menyumplai nustrisi yang cukup bagi hewan ternak.

“Membuat pakan ternak membutuhkan biaya Rp 2000 per kilonya. Sedangkan saya memproduksi sekitar 40 kilo setiap harinya. Untuk memberi ternak sendiri dan saya jual,” ucapnya.

Saat ini, Hamzah mengatakan, ia hanya membutuh biaya sekitar Rp 100 ribu untuk produksi pakan ternak dalam satu hari. Sedangkan satu kilo pakan ia jual dengan harga 10 ribu. Ia juga memanfaatkan penjualan lewat media sosial.

“Sekarang saya bisa membuat pakan sendiri dengan limbah yang ada. Kambing saya sehat pertumbuhannya cepat, dan bisa mendapatkan hasil dari menjual pakan ternak,” jelasnya.

Hamzah menambahkan, dalam kurun waktu enam bulan sekali sudah bisa menjual hewan ternaknya berupa kambing. Harga jualnya mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3 juta per ekor. Sedangkan hasil penjualan pakan ternak ia tidak bisa mengungkapkan. Akan tetapi cukup untuk kebutuhan sehari-hari. (cr7/gih)