Oleh: Siti Puadah, S.Ag, M.PdI
Guru Mapel Akidah Akhlak MTs. Fatahillah Rejosari, Kec. Karangawen, Kab. Demak
PENDIDIKAN adalah bimbingan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani terdidik untuk membentuk kepribadian yang baik. Pendidikan akhlak adalah proses mendidik, memelihara, membentuk, dan memberikan pelatihan mengenai akhlak yang bersifat formal maupun informal berdasar pada ajaran Islam. Bahkan sistem pendidikan Islam menekankan pendidikan akhlak sebagai pondasi seorang muslim.
Keberhasilan pendidikan formal yang ditempuh seorang anak tidak bisa lepas dari peran orang tua sebagai guru pertama yang memperkenalkan pendidikan di tengah keluarga dalam bentuk pendidikan informal. Peran tersebut jadi pijakan awal bagi mereka untuk menapaki jenjang-jenjang pendidikan berikutnya. Sehingga orang tua memiliki peran yang cukup penting dalam mengarahkan, mendidik, maupun membentuk kepribadian anak agar memiliki karakter yang baik, agamis, dan juga humanis.
Karakter yang diidamkan tersebut menjadi asa semua orang tua siswa, di mana hal tersebut menjadi penunjang pendidikan formal yang ditempuhnya. Di samping memiliki kemampuan akademis, harapan orang tua tentu menginginkan anaknya memiliki kecakapan, bakat, maupun karakter yang kuat untuk dijadikan bekal dalam mengarungi kehidupan bermasyarakat kelak. Harapan ini sejalan dengan tujuan pendidikan Islam yang secara garis besar bertujuan membentuk manusia paripurna.
Dalam kaitannya dengan tujuan pendidikan Islam yang mengarah pada pembentukan insan paripurna, saat ini mengalami hambatan dengan adanya wabah Covid-19 yang merebak. Virus ini terdeteksi di Indonesia pertama kali pada tanggal 02 Maret 2020 di Depok, Jawa Barat. Sejak saat itu, virus ini mewabah bak bola salju yang sulit dikendalikan. Wabah ini mengharuskan semua bentuk pembelajaran di semua jenjang pendidikan dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) melalui rumah masing-masing. Baik guru maupun peserta didik melaksanakan pembelajaran dari rumah dengan bantuan teknologi informasi. Dengan demikian, orang tua mempunyai peran lebih dalam menemani, membimbing, dan mengawasi anak selama mereka belajar dari rumah dengan bantuan media teknologi informasi tersebut.
Orang tua berperan langsung dalam membimbing anak di rumah dengan mendampinginya memahami materi pelajaran yang disampaikan guru di sekolah. Dalam pendidikan karakter, orang tua membutuhkan bekal pendidikan yang cukup sebagai penunjang keberhasilan pendidikan karakter tersebut. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa jika peran orang tua meningkat, maka akan terjadi peningkatan perilaku disiplin anak, begitupun sebaliknya. (*)








