Oleh: Titik Setyawati, S.Pd.AUD
Guru TK Pertiwi 02 Purwosari, Kec. Comal, Kab. Pemalang
PENDIDIKAN bagi anak usia dini dan anak pra-sekolah Raudhatul Athfal (TK) akan lebih bermakna jika dilakukan melalui pendidikan yang dapat menyenangkan, edukatif, sesuai dengan bakat dan pembawaannya. Tujuan dari pendidikan anak usia dini adalah agar anak memperoleh rangsangan-rangsangan intelektual, sosial, dan emosional sesuai dengan tingkat usia.
Usia 4-6 tahun merupakan masa peka bagi anak, dimana masa ini merupakan masa awal pengembangan kemampuan-kemampuan yang ada pada anak. Salah satu dari kemampuan anak tersebut adalah kemampuan berhitung. Pembelajaran berhitung di TK tidak terlepas dari angka-angka. Di sekitar lingkungan kehidupan anak, berbagai bentuk angka yang sering ditemui oleh anak, misalkan pada jam dinding, mata uang, kalender, di kue ulang tahun, dan lainnya. Kemampuan anak mengenal angka 1 sampai 10 adalah salah satu kemampuan dasar yang penting bagi anak TK. Masih rendah dan belum optimal kemampuan anak TK untuk menghitung dilihat dari hasil penilaian anak dalam sehari-hari pada saat pembelajaran berhitung permulaan. Untuk itu, pembelajaran yang kreatif dan inovatif perlu diterapkan dengan bermain balok gambar untuk meningkatkan kemampuan berhitung dasar.
Bruns et al (2010) dalam bukunya Math Solution dan Lorton (1976) dalam bukunya Mathematics Their Way, keduanya mendasarkan teori piaget yang menunjukan bagaimana konsep matematika terbentuk pada anak. Bruns mengatakan kelompok anak yang sudah dapat diperkenalkan konsep matematika pada usia tiga tahun adalah bilangan (aritmatika, berhitung), pola dan fungsinya, geometri, ukuran-ukuran, grafik, estimasi, probabilitas, pemecahan masalah (Diana Mutiah, 2010: 161). Depdiknas (2010: 12) mengemukakan bahwa ciri-ciri yang menandai bahwa anak sudah mulai menyenangi pembelajaran berhitung antara lain: secara spontan telah menunjukan pada aktivitas pembelajaran berhitung angka-angka; mulai menyebutkan urutan angka tanpa pemahaman; mulai menghitung benda-benda yang ada disekitarnya secara spontan; mulai membanding bandingkan benda-benda yang ada disekitar; mulai menjumlahkan atau mengurangi angka dan benda –benda yang ada di sekitar tanpa sengaja.
Bermain secara langsung akan mempengaruhi seluruh aspek perkembangan anak. Melalui bermain, anak akan memahami dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungan di vsekitar tempat ia bermain. Melalui bermain pula, anak akan memulai menciptakan, berimajinasi, dan bereksplorasi dengan bebas tanpa adanya paksaan dari orang lain. Selain itu, bermain mempermudah anak untuk belajar mengembangkan kemampuan berhitung permulaan dan anak akan lebih mudah menerima pembelajaran yang diajarkan guru.
Melalui penerapan pembelajaran dengan bermain balok bergambar anak usia dini akan lebih tertarik dan senang dengan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Selain itu, pembelajaran akan lebih menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak, sehingga anak-anak di usia ini dapat mengembangkan potensi yang dimiliki dengan maksimal. Dengan demikian, untuk mengembangkan kemampuan berhitung permulaan anak usia dini melalui permainan balok bergambar. Melalui kegiatan tersebut akan membantu berbagai aspek perkembangan anak terutama perkembangan berhitung anak. Perkembangan akan mendorong kebutuhan anak untuk secara aktif berinteraksi dan terlibat dengan lingkungannya.
Dapat disimpulkan bahwa alat pembelajaran melalui permainan edukatif balok angka dapat meningkatkan penguasaan pemahaman berhitung pada anak-anak usia dini. Direkomendasikan penyajian alat peraga harus dibuat sebaik mungkin, menarik untuk diamati, dan mendorong siswa untuk bersifat penasaran, sehingga termotivasi untuk belajar. Alat peraga juga diharapkan menumbuhkan daya imajinasi dalam meningkatkan daya tarik ruangnya, mampu membandingkannya dengan benda-benda sekitar dalam lingkungannya sehari-hari, dan mampu menganalisis sifat-sifat benda tersebut. (*)








