Mudah Pahami Materi Volume Bangun Ruang dengan NHT

Oleh: Kusniti, S.Pd.SD
Guru SDN 02 Sikayu, Kec. Comal, Kab. Pemalang

MATEMATIKA merupakan pelajaran yang didalamnya terdapat angka-angka dan rumus, sehingga peserta didik menyimpulkan bahwa pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sulit. Belajar matematika merupakan proses untuk mengetahui dan memahami kemampuan berhitung, mengukur, dan menggunakan rumus yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Tantangan bagi guru SDN 02 Sikayu kelas VI adalah karena peserta didik masih kesulitan dalam memahami materi volume bangun ruang. Untuk itu, penulis mencoba menggunakan metode pembelajaran Tipe Kooperatif Numbered Heads Together (NHT).

Menyadari pentingnya pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan sekolah dasar, seorang guru dituntut untuk melakukan perbaikan tentang proses pembelajaran matematika. Hal itu dapat dilakukan dengan pemilihan model pembelajaran atau cara mengajar yang tepat dan sesuai, sehingga pembelajaran menjadi berkualitas, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar siswa.

Menurut Sudjana (2010), hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Djamrah (2006) mengatakan hasil belajar merupakan hasil yang dicapai siswa dalam belajar, yang menunjukkan taraf kemampuan siswa dalam mengikuti program belajar dalam waktu tertentu sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan. Hasil belajar ini sering dicerminkan sebagai nilai (hasil belajar) yang menentukan berhasil tidaknya siswa belajar. Hasil belajar merupakan cerminan dari proses pendidikan dan pengajaran.

Metode pembelajaran NHT membuat siswa untuk fokus dan aktif pada saat berlangsungnya pembelajaran karena setelah siswa menerima penjelasan materi dari guru lalu siswa berdiskusi terlebih dahulu bersama anggota kelompoknya kemudian hasil diskusi kelompoknya dipresentasikan oleh nomor yang dipanggil tanpa bantuan anggota kelompoknya. Sehingga semua anggota kelompok harus siap jika dipanggil guru untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok. Intinya, metode ini membagi tugas yang diberi nomor untuk dipelajari oleh siswa yang mendapatkan nomer tersebut dalam kelompok yang berbeda. Kemudian, masing-masing siswa pemegang nomor akan terbagi dengan kelompok masing-masing dan kelompok lainnya.

Seorang guru hendaknya menyampaikan tujuan pembelajaran sehingga siswa memahami kompetensi apa yang harus dicapai. Secara klasikal materi pembelajaran volume bangun ruang disampaikan oleh guru beserta rumus dan cara menghitung. Berikut adalah langkah-langkah dalam metode pembelajaran NHT. Pertama, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 4-5 anak. Setiap siswa dalam kelompok mendapatkan nomor.

Kedua, guru memberikan tugas menentukan volume bangun ruang dan masing-masing anggota kelompok mengerjakannya. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan dan mengetahui jawabannya. Ketiga, guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka, kemudian guru menunjuk nomor lain untuk memberikan tanggapan atas hasil diskusi kelompok. Keempat, siswa bersama guru membuat rangkuman dan kesimpulan. Siswa mencatat di buku catatan masing-masing.

Kelebihan model pembelajaran NHT adalah siswa memiliki tanggung jawab dalam kelompok serta aktif bekerjasama dalam menyelesaikan permasalahannya. Dalam model pembelajaran NHT, siswa yang memiliki kemampuan lebih tinggi dan siswa yang memiliki kemampuan lebih rendah sama-sama memiliki peranan dalam kelompoknya. Sehingga semua siswa aktif dalam pembelajaran ini.

Maka, dapat disimpulkan bahwa dengan model pembelajaran NHT dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VI pada materi volume bangun ruang. Harapan penulis model pembelajaran NHT dapat juga diterapkan dan menjadikan solusi bagi sekolah yang mengalami permasalahan yang sama. (*)