Oleh: Umyati, S.Pd
Guru SDN 02 Botekan, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang
PERKEMBANGAN ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat dewasa ini berpengaruh di segala bidang pendidikan, terutama pada mata pelajaran Matematika khususnya lagi pada pengajaran berhitung/aritmatika. Aritmatika atau berhitung adalah bidang yang berkenaan dengan sifat hubungan bilangan-bilangan nyata dengan perhitungan terutama menyangkut penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
Perkembangan pengajaran matematika di sekolah sangat dipengaruhi oleh banyak faktor yang sangat berkaitan. Faktor-faktor tersebut antara lain faktor siswa, guru, dan materi pelajaran itu sendiri. Pelajaran Matematika juga tidak terlepas dari berhitung sehingga jika anak kurang menguasai kemampuan berhitung secara baik akan memperoleh hasil yang kurang baik pula. Keterampilan berhitung di Sekolah Dasar merupakan kemampuan dasar untuk menyelesaikan persoalan-persoalan lebih lanjut, maka sangatlah tepat jika mendapat perhatian sejak awal.
Sukewi (1994:3) menyatakan bahwa dalam proses belajar mengajar terdapat komponen-komponen yang saling terkait, yang meliputi tujuan pengajaran, guru dan peserta didik, bahan pelajaran, metode/strategi belajar mengajar, alat/media, sumber pelajaran, dan evaluasi. Mengacu pada pendapat tersebut, maka proses belajar mengajar yang aktif ditandai adanya keterlibatan siswa secara komprehensif baik fisik, mental, dan emosionalnya. Salah satu diantaranya dapat dilakukan guru dengan memanfaatkan media pembelajaran. Salah satunya adalah media gambar.
Media gambar adalah gambar yang tak diproyeksikan, terdapat dimana-mana, baik di lingkungan siswa maupun orang dewasa, mudah diperoleh dan ditunjukkan kepada siswa (Hamalik, 1994: 63). Adapun media gambar yang dimaksud adalah suatu alat untuk menyampaikan pesan pembelajaran berhitung yang berwujud gambar, sesuai dengan pokok bahasan yang diajarkan.
Aritmatika atau berhitung adalah cabang matematika yang berkenaan dengan sifat hubungan-hubungan bilangan-bilangan nyata dengan perhitungan mereka terutama menyangkut penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Secara singkat aritmatika atau berhitung adalah pengetahuan tentang bilangan (Mulyono, 1999: 253). Berhitung yang dimaksud dikhususkan pada soal cerita yaitu matematika yang disajikan dengan kalimat yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari serta memuat masalah yang menuntut ditemukan pemecahannya.
Pemanfaatan media pembelajaran ada dalam komponen metode mengajar sebagai salah satu upaya untuk mempertinggi proses interaksi guru-siswa dan interaksi siswa dengan lingkungan belajarnya. Oleh sebab itu, fungsi utama dari media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar, yakni menunjang penggunaan metode mengajar yang dipergunakan guru. Melalui penggunaan media pembelajaran diharapkan dapat mempertinggi kualitas proses belajar-mengajar yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas hasil belajar siswa.
Pengajaran sebagai upaya terencana dalam membina pengetahuan sikap dan keterampilan para siswa melalui interaksi siswa dengan lingkungan belajar yang diatur guru pada hakikatnya mempelajari lambang-lambang verbal dan visual, agar diperoleh makna yang terkandung didalamnya. Lambang-lambang tersebut dicerna, disimak oleh para siswa sebagai penerima pesan yang disampaikan guru. Oleh karena itu, pengajaran dikatakan efektif apabila siswa dapat memahami makna yang dipesankan oleh guru sebagai lingkungan belajarnya.
Beberapa langkah penggunaan media gambar yang ditempuh guru. a) Tahap persiapan, guru perlu merumuskan tujuan pembelajaran dan menyiapkan berbagai media gambar yang berhubungan dengan pokok bahasan yang diajarkan. b) Tahap pelaksanaan, guru menyajikan materi pelajaran dengan memanfaatkan media gambar, sehingga menarik perhatian siswa dalam proses belajar mengajar, sehingga media tersebut tidak dimanfaatkan guru saja. c) Tahap evaluasi, guru mengadakan evaluasi materi pelajaran yang lebih menekankan pada aspek afektif. Selebihnya guru dapat mengadakan evaluasi terhadap media gambar yang digunakan.
Kesimpulannya adalah terjadi interaksi aktif antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa, sehingga proses belajar mengajar dapat kondusif. Siswa mampu memahami dan melaksanakan proses pembelajaran berhitung dengan menggunakan media gambar. (*)








