Oleh: Sujilah, S.Pd.
Guru SDN 3 Japan, Kec. Dawe, Kab. Kudus
SALAH satu upaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah melalui pendidikan, mulai dari bangku sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi. Karena itu, peran pendidik/guru di sekolah, terutama saat mengajar di kelas, sangat menentukan. Dengan demikian, interaksi antara guru dan murid sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran.
Keberhasilan dalam pembelajaran dapat dicapai apabila guru terampil dalam membelajarkan anak didiknya. Terampil yang dimaksud menggunakan dan memilih media yang cocok untuk digunakan dalam kelas sehingga menumbuhkan minat belajar siswa agar aktif dalam proses pembelajaran. Adapun salah satu mata pelajaran yang dapat mengarahkan interaksi anak dengan guru adalah pelajaran IPS.
Mata pelajaran IPS memuat kajian manusia dan lingkungan, sistem sosial dan budaya, perilaku ekonomi dan kesejahteraan, serta waktu berkelanjutan dan perubahan. Melalui pembelajaran IPS, peserta didik diarahkan, dibimbing, dan dibantu untuk menjadi warga negara Indonesia yang baik. Oleh karenanya, pembelajaran IPS dirancang untuk membangun dan membina peserta didik dalam memasuki kehidupan bermasyarakat pada masa yang akan datang yang selalu berubah dan berkembang terus-menerus.
Mata pelajaran IPS di sekolah juga merupakan sebuah studi yang terkoordinasi, sistematis yang dikembangkan atas dasar disiplin-disiplin keilmuan, yaitu antropologi, arkeologi, ekonomi, geografi, sejarah, hukum, filsafat, politik, psikologi, agama, dan sosiologi dan juga konsep-konsep yang dibutuhkan dari humaniora, matematika, dan ilmu-ilmu alam. Ada beberapa masalah yang dihadapi guru di kelas pada saat mengajar seperti masih banyak anak yang kurang memahami materi pelajaran yang diajarkan karena guru kurang terampil dalam menggunakan media pembelajaran pada saat mengajar. Terlebih lagi pada masa pandemi ini guru kesulitan dalam memahamkan dan membelajarkan secara keseluruhan materi pelajaran yang diajarkan, sehingga membuat anak kurang semangat dalam belajar terutama pada saat gurunya menjelaskan materi pelajaran.
Penggunaan media pembelajaran interaktif merupakan salah satu cara yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Penggunaan media pembelajaran interaktif diharapkan membantu peserta didik dalam memahami dan menerima proses pembelajaran yang dilakukan guru. Media pembelajaran interaktif dapat mewakili apa yang belum bisa disampaikan guru dan proses pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Media pembelajaran interaktif berbasis multimedia juga digunakan untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) serta dapat merangsang pilihan, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali.
Adapun keunggulan dalam media interaktif berupa multimedia, peserta didik bukan hanya mendengar (melibatkan indera pendengaran) tetapi juga melihat (melibatkan indera pendengaran. Semakin banyak indera yang digunakan untuk menerima dan mengolah informasi maka semakin besar kemungkinan informasi tersebut dimengerti dan mudah diingat serta sulit untuk dilupakan.
Media yang dapat digunakan dalam pembelajaran di era milenial adalah dengan menggunakan media interaktif. Media Interaktif adalah integrasi dari media digital termasuk kombinasi dari electronic text, graphics, moving images, dan sound, ke dalam lingkungan digital yang terstruktur yang dapat membuat orang berinteraksi dengan data untuk tujuan yang tepat.
Adanya media pembelajaran dapat mempercepat proses belajar mengajar menjadi efektif dan efisien dalam suasana yang kondusif sehingga dapat membuat pemahaman peserta didik lebih cepat. Bila media pembelajaran ini dapat difungsikan secara tepat dan proporsional, maka proses pembelajaran akan dapat berjalan secara efektif. Kelebihan atau kebaikan dari pembelajaran interaktif juga dapat membuat siswa belajar mengajukan pertanyaan, mencoba merumuskan pertanyaan, dan mencoba menemukan jawaban terhadap pertanyaannya sendiri dengan melakukan kegiatan penyelidikan terhadap materi pembelajaran. (*)








