Oleh: Jumay Handayani, S.Pd.SD.
Guru SDN Singorejo, Kec. Demak, Kab. Demak
KELAS satu SD merupakan tahapan awal peserta didik mengenal lingkungan sekolah. Proses pembelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangannya. Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan pemahaman para guru mengenai karakteristik anak dan proses pembelajarannya, khususnya di kelas satu. Perkembangan kecerdasan anak ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan pengamatan, mengelompokkan objek, berminat terhadap angka dan huruf, meningkatnya perbendaharaan kata, dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu.
Menurut Ausubel (1966), bahan pelajaran yang dipelajari siswa harus ’bermakna’ (meaningful). Artinya dimaknai sebagai suatu proses dikaitkannya informasi baru dan mudah diingat siswa. Di sini pembelajaran di kelas satu tidak harus selalu dilakukan dengan ceramah saja, diskusi, bermain tetapi dapat menggunakan beberapa metode mengajar yang memungkinkan siswa beraktivitas tinggi seperti menggunakan chromebook.
Siapa yang tidak kenal dengan chromebook. Zaman digitalisasi banyak menghasilkan teknologi yang tinggi, seperti saat ini, tentu benda yang bernama chromebook ini tidak asing lagi. Dari masyarakat menengah, kalangan atas, tua, muda, sudah tidak asing dengan perangkat teknologi yang satu ini. Belajar dengan chromebook akan lebih bermakna jika anak mengalami praktik langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan akun belajarnya yang lebih efektif, daripada hanya mendengarkan penjelasan dari guru.
Chromebook yang dimiliki SD Negeri Singorejo berjumlah 15 buah. Hal tersebut merupakan jenis komputer baru yang dirancang untuk membantu siswa terutama kelas satu dalam pembelajaran. Pada umumnya, untuk masuk ke dalam chromebook, harus masuk menggunakan akun belajar yang didapat dari operator sekolah. Dalam penggunaannya siswa memasukkan user dan password. Di sini saya dalam pembelajaran sering menggunakan Google chrome (bisa gambar atau video), Google classroom, Google docs, yang digunakan untuk mendikte anak sampai mana kemampuan anak menulis dan membaca.
Google sheets digunakan untuk mata pelajaran Matematika dalam penjumlahan dan pengurangan. Google slides digunakan untuk materi yang sudah terangkum beserta LKPD-nya yang bisa di akses melalui google classroom kelas satu. Sedangkan Google Jamboard digunakan untuk materi tanya jawab dengan siswa. Guru mengecek jawaban siswa secara langsung dan siswa tahu mana yang benar mana yang salah. Jika jawaban benar akan mendapat reward berupa gambar bintang, jempol atau emoji. Jika salah akan mendapat emoji atau stiker salah. Penggunaan LKPD biasanya menggunakan quizizz yang saya berikan kode angka lewat Google classroom dan dikerjakan secara bersama-sama dengan penunjukkan peringkat perolehan menggunakan LCD, sehingga anak kelas satu semangat untuk mengerjakan quizizz.
Dalam penyimpanan data bisa menggunakan google drive yang secara otomatis tersimpan secara langsung di drive akun masing-masing peserta didik. Dengan adanya media penyimpanan data dalam drive, baik data tugas dapat digunakan setiap kali diperlukan untuk pembelajaran. Bahan ringan, mudah dibawa, daya baterai bisa tahan lama. Chromebook juga menjadi perangkat untuk mengakses konten hiburan seperti youtube. Anak kelas satu senang dengan melihat video secara langsung yang biasanya hanya lihat di buku atau majalah dengan adanya youtube memudahkan anak berimajinasi dalam pembelajaran yang berbasis teknologi. Saat ini untuk mencari konten hiburan cukup mengetikkan alamat website yang di dominasi oleh Google.
Keberadaan internet memang memberi dampak positif bagi seluruh masyarakat pengguna internet termasuk peserta didik kelas satu di SD Negeri Singorejo. Di setiap pembelajaran bisa dengan cepat mendapatkan wawasan yang lebih global. Mengakses ilmu pengetahuan dari yang peserta didik yang tidak tahu menjadi tahu. Mereka antusias dan siap mencoba segala hal baru. Informasi yang sifatnya global akan membantu peserta didik dalam persaingan menghadapi tantangan dari luar. Untuk mengembangkan wawasan peserta didik, chromebook dapat diilustrasikan sebagai sebuah perpustakaan yang paling lengkap. (*)








