MENJADI tutor olimpiade sambil menjalankan aktivitas belajar di kampus menjadi rutinias yang tak bisa dilakukan semua orang. Akan tetapi tidak bagi Iin Uswatun Hasanah (21). Perempuan asal Kabupaten Pati itu, mengajar anak didiknya sambil menyelesaikan studinya di kampus..
Gadis beparas cantik itu menceritakan awal mula dirinya menjadi tutor olimpiade biologi di Madrasah Aliyah Sanawiyah (MAS) Abadiyah Pati. Ia awalnya dihubungi oleh salah satu seorang guru di sekolah tersebut. Sebab dirinya merupakan alumni olimpiade biologi di madrasah itu.
“Awal mulanya dihubungi oleh Ibu Waka Kurikulum yang kebetulan guru biologi yang ikut membantu di madrasah. Kebetulan saya juga alumni olimpiade bio juga di madrasah Abadiyah,” tuturnya, Rabu (1/6).
Wanita yang akrap dipanggil Iin itu mengaku tidak kerepotan saat menjalankan aktivitas belajar dan menjadi tutor olimpiade. Meski tempat mengajar dan belajar berbeda daerah.
“Dulu waktu masih kuliah semester tiga sering bantu di madrasah. Karena memang kuliahnya lima hari, jadi waktu weekends pulang ke Pati. Kalau untuk weekdays biasanya kuliah sambil ngajar bimbel sama private di Kudus. Jadi begitu pembagian waktunya Senin hingga Jumat di Kudus, Sabtu hingga Ahad di Pati. Tapi waktu semester akhir, saya sering di Pati untuk bimbingan anak-anak olimpiade,” imbuhnya.
Perempuan yang memiliki hobi menyanyi dan menulis itu menyebutkan, jadi tutor olimpiade tergolong sulit. Pasalnya, dirinya dituntut menguasai meteri secara mendalam.
“Murid yang kita ajar pinter, jadi intinya kita harus sangat menguasai materinya. Selain itu, saya pribadi memang selalu memegang prinsip bahwa murid itu tidak selamanya jadi murid,” ungkap Alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus itu.
“Maksudnya, walaupun kalau di madrasah kita dipanggilnya ibu guru, tapi menurutku, murid adalah temen-temen. Sehingga akan muncul kenyamanan dari murid-murid. Jadi, kalau murid sudah nyaman sama kita, mudah untuk diberikan pemahaman,” lanjutnya.
Hingga saat ini, Iin sudah berhasil menghantarkan murid-murid yang ia latih meraih beberapa mendali dari event olimpiade biologi. Dari mulai meraih dua medali perunggu bidang biologi UISU Science Competition.
Kemudian, medali perak bidang kedokteran atau Indonesia Science Competition PROMINENSA, medali perunggu bidang biologi Olimpiade Ki Hajar Dewantara tingkat nasional, mendali emas dan perunggu bidang biologi dalam Indonesia Science Competition, dan mendali emas bidang biologi OLNAS 2022.
Sementara saat ini ia sedangkan bersiap untuk melanjutkan pendidikan S2 disela keseibukan menjadi tutor. Sebihnya ia berharap kedepan bisa menjadi manusia yang bermanfaat lagi. (cr7/gih)










