PATI, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mengimbau para nelayan di pesisir pantai utara untuk tidak melaut. Hal itu dikarenakan cuaca yang belum menentu.
Kepala BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya mengatakan, pihaknya berpesan kepada masyarakat di kawasan pantai utara, untuk waspada akan terjadinya bencana rob. Terlebih kepada nelayan yang hendak melaut.
“Masyarakat di pesisir utamanya nelayan, tetap kita imbau untuk berhati-hati. Karena potensi untuk kenaikan permukaan air laut atau dikenal rob ini masih mungkin terjadi,” ungkapnya.
Air pasang atau rob diperkirakan masih mengalami kenaikan hingga pertengahan bulan Juni mendatang. Meskipun air pasang dikatakan tidak separah yang terjadi pada tanggal 23 Mei lalu.
“Jadi Minggu (12/6) juga sempat naik lagi. Tapi kenaikannya masih tidak setinggi kejadian pada tanggal 23 Mei kemarin. Karena puncaknya memang di 23 Mei,” jelasnya.
Menurut Martinus, air pasang akan lebih parah kalau diikuti dengan angin laut. Lebih jelasnya, yakni angin laut ke arah barat. Sehingga, pihaknya khawatir bencana rob kembali terjadi.
Terkait penanganan tanggul yang rusak di Desa Bayutowo, Kecamatan Dukuhseti, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan pihak terkait. Sehingga, penanganan yang tepat dapat dilakukan.
“Untuk tanggul di Desa Bayutowo, kita sudah asesmen bersama OPD terkait. Sesuai petunjuk bupati, untuk material batu bronjong (jaring berisi batu, red), kita akan bekerja sama dan dibantu Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pati untuk memberikan bantuan material batu. Sedangkan material yang lain akan minta pihak lain seperti halnya balai besar,” tutupnya. (cr7/abd)










