PATI, Joglo Jateng – Ribuan masa anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Pati mengelar aksi demo di depan Kantor Bupati Pati, Kamis (16/6). Adapun tuntutan mereka yakni meminta kenaikan tunjangan.
Masa aksi tersebut menilai gaji yang mereka terima selama ini jauh dari kata layak. Yakni hanya sejumlah Rp 1,75 per tahun. Dalam tuntutan aksi, mereka meminta tunjangan senilai RP 1 juta untuk ketua, kemudian Rp 900 ribu untuk wakil dan sekretaris, dan Rp 800 ribu untuk anggota.
Salah satu demonstran, Puji Antoro mengatakan, pihaknya meminta kepada Pemkab Pati untuk menaikkan tunjangan mereka. Yakni dengan diberikan tunjangan dalam waktu satu bulan.
“Setidaknya per bulan bisa mendapatkan tunjangan seperti daerah lain. Ketua Rp 1 juta, kalau anggota Rp 800 ribu. Itu baru 40 hingga 50 persen tunjangan yang di terima perangkat desa,” jelasnya, Kamis (16/6).
Terdapat 1.820 ribu peserta unjuk rasa yang berasal dari 21 kecamatan di Kota Bumi Mina Tani. Selain itu, pihaknya menegaskan akan kembali turun jalan jika tuntutan mereka tidak dikabulkan.
“Kita tunggu iktikad baik dari pemerintah daerah. Apabila tuntutan tidak dikabulkan, kami akan menggelar ujuk rasa yang lebih besar. Karena ini adalah hak kami,” imbuhnya.
Di sisi lain, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati, Sugiyono mengatakan, dirinya mendapat amanah dari Bupati untuk menerima masa aksi BPD. Yakni untuk menerima aspirasi yang mereka sampaikan.
“Aspirasi akan kami sampaikan kepada Pak Bupati. Kalau terkait dengan kenaikan, ada sinyal positif untuk menaikkan. Namun belum bisa dipastikan, karena butuh proses yang panjang. Jadi tidak bisa langsung di putuskan,” tandasnya. (cr7/abd)










