Dalam merintis usaha, pengalaman mempunyai nilai penting. Dari pengalaman itulah kekurangan dan kelebihan bisa dipahami.
MEMBANGUN sebuah usaha memang tak bisa asal-asalan. Perlu belajar dan mencari pengalaman untuk membuat usaha diinginkan. Seperti halnya Khanafi (49), bermula menjadi karyawan, kini ia memiliki usaha tenun sendiri.
Khanafi menceritakan, dirinya bisa mendirikan usaha sendiri dari hasil pengalamannya selama bekerja di salah satu tempat tenun di Kabupaten Jepara. Setelah memperoleh pengalaman, kemudian ia memutuskan merintis usaha pada 2012 silam.
“Dulu awalnya saya kerja, ikut menenum. Dari mulai bikin sarung dan juga kain. Jadi dulu belajar dulu, terus dikasih kerjaan dan akhirnya bisa. Setelah itu, terus pingin dagang,” ungkapnya, Senin (27/6).
Setelah berdagang di luar daerah, kemudian Khanafi membangun usaha sendiri di rumah. Dari satu mesin, hingga mampun mengajak orang bekerja. Sementarab terkait tahapan pekerjaan yang belum ia kuasai, Khanafi medatangkan tenaga ahli untuk membantu.
“Jadi ada tenaga ahli. Seperti halnya mewarnai. Akhirnya saya juga bisa belajar dari orang tersebut. Dengan begitu, ada yang bisa saya buat sendiri, yang tidak bisa bisa memanggil ahli,” ucapnya.
Sekarang dirinya sendiri dalam sehari mampu membuat tenun biasa hingga 5 potong. Sedangkan untuk membuat kualitas bagus, sehari ia hanya membuat dua.
“Kalau yang bagus tahapannya rumit. Itu yang benang lembut dan tipis, sehingga membutuhkan proses yang cukup sulit. Sedangkan yang motif biasa cuma sedikit. Kemudian ada lagi yang lebih tebal biasanya dipakai untuk selimut lebih mudah lagi,” tuturnya.
Harga kain tenun buatannya bervariasi. Kualitas biasa seharga Rp 50 ribu. Kemudian, untuk kualitas bagus harganya Rp 160 ribu dan juga ada yang harganya Rp 140 ribu. Sementara modal juga berpengaruh terhadap perbedaan harga tersebut.
“Untuk modal kain tenun kualitas bagus sekitar Rp 100 ribu. Kalau untuk modal yang biasa paling hanya Rp 30 ribu. Dari mulai beli benang, dan pewarna,” tambahnya.
Terkait motif kain, ia sebut ada banyak. Ada yang mengikuti trend, dan juga menyesuaikan pesanan. Namun, motif baru akan membutuhkan biaya tambahan, karena harus membeli cap terlebih dahulu. (cr7/gih)










