PATI, Joglo Jateng – Badan Pusat Statistik (BPS) kembali melakukan sensus penduduk lanjutan tahun ini. Adapun lanjutan tersebut difokuskan untuk menghasilkan indikator Sustainable Development Goals (SDGs).
Kepala BPS Pati, Anang Sarwoto mengatakan, pihaknya kembali melakukan sensus penduduk pada 2022, setelah sebelumnya terhenti akibat adanya pandemi Covid-19. Sehingga ada beberapa parameter demografi yang dihasilkan.
“Di mana parameter demografi nanti ada migrasi sensus penduduk, ada kematian bayi, perumahan, dan data indikator penduduk yang lain. Yakni ada pendidikan, pekerjaan, migrasi penduduk, disabilitas, di mana kita akan mendata apakah penduduk tersebut punya keterbatasan dalam melakukan aktivitas,” jelasnya.
Pihaknya akan melakukan pendataan sensus penduduk secara sederhana. “Kami akan mendata secara simple, sebanyak 16.208 rumah. Jadi, kami akan datangi dalam satu bulan ini yang terbagi 113 ribu blok sensus,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga memiliki sejumlah petugas yang di terjunkan di lapangan untuk melalukan pendataan. Adapun jumlah petugas yang mendata berjumlah 203 orang yang telah melalui pelatihan.
“Kami sudah melatih mereka selama empat hari pelatihan untuk memahami semua SOP, alur pertanyaan, konsep dan definisi. Sehingga petugas tersebut satu pemahaman. Dengan adanya konsep definisi, maka angka-angka tersebut bisa dibandingkan antar kabupaten, provinsi, sehingga tidak sendiri-sendiri,” lanjutnya.
Menurut Anang, data yang baik dapat dibandingkan dengan yang lain. Sehingga, akan dilakukan pengawasan terhadap 203 petugas tersebut. “Dari 203 petugas, setiap tiga orang akan di awasi oleh satu koordinator tim di 23 kecamatan. Tentunya dengan pelatihan-pelatihan tersebut, petugas satu pemahaman,” imbuhnya.
Sementara ini, pihaknya sedang melakukan penjaminan kualitas. Yakni akan mengukur tingkat-tingkatan kesalahan dan akan segera melakukan perbaikan.
Adapun waktu penjaminan kualitas tersebut yakni 1 Juni hingga 30 Juli mendatang. Sedangkan saat ini pihaknya telah berhasil mengumpul data sejumlah 5600 rumah tangga. (cr7/abd)










