Pati  

Kenaikan Harga Sembako 2022 Dinilai Terlama

LAYANI: Terlihat pedagang di di Pasar Puri Baru Pati sedang melayani pelanggan, belum lama ini. (LUTHFI MAJID / JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati menilai bahwa kenaikan sejumlah komoditas sembako di tahun ini merupakan yang terlama jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, kenaikan harga tersebut telah terjadi selama beberapa bulan terakhir.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disdagperin Pati, Koeswantoro mengatakan, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga yang cukup pesat. Di antaranya ada cabai dan bawang merah. Tak hanya itu, dirinya juga menyebut kenaikan sembako paling lama.

“Kenaikan harga bahan pokok sering terjadi, tapi tidak selama seperti ini. Jadi kejadian ini durasinya cukup panjang. Kalau yang dulu, seminggu atau dua minggu sudah turun, namun kali ini sudah beberapa bulan,” ungkapnya, belum lama ini.

Selain itu, ia menjelaskan, kenaikan harga sembako dipicu oleh beberapa faktor. Seperti halnya komoditas pertanian akibat cuaca yang tidak menentu. Sehingga, produksi petani menjadi menurun.

“Cuaca sangat berpengaruh untuk tanaman lombok. Karena kalau terkena air hujan, bunganya mudah rontok, kemudian daunnya tidak berbunga lagi. Sehingga, hal itu yang membuat produksi dari petani tidak terlalu banyak,” katanya.

Berdasarkan data Disdagperin, harga sejumlah komoditas terpantau masih tinggi. Yakni masih flat dengan saat awal kenaikan. Seperti halnya harga cabai bertahan di harga Rp 90 ribu.

“Peningkatan harga cabai itu sangat di pengaruhi petani dan cuaca yang tidak menentu seperti ini. Sementara permintaan bertambah. Jadi itu sangat berpengaruh, karena itu sudah hukum dagang. Kalau soal pengendalian harga setiap kabupaten tidak bisa,” jelasnya. (cr7/abd)