PATI, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati menyebut perlu adanya pelestarian mangrove untuk mengatasi banjir rob menerjang permukiman warga. Pasalnya, permukiman warga dinilai cukup dekat dengan laut, yang mengakibatkan rawan terjadinya rob.
Kepala BPBD Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan, untuk mengantisipasi air pasang menerjang permukiman warga, diperlukan komitmen bersama. Mulai dari kalangan masyarakat hingga pemerintah.
Sebelumnya, air rob yang menerjang rumah warga dikarenakan adanya kerusakan mangrove. Sebagaimana fungsi mangrove yakni sebagai sambuk hijau. Sehingga bisa menghadang air laut saat pasang.
“Selama mangrove tidak lestari, maka daratan akan berhadapan langsung dengan laut. Jadi yang harus di utamakan adalah kelestarian hutan mangrove,” terangnya.
Dirinya juga menjelaskan, air rob yang mengenangi permukiman warga beberapa waktu lalu dikarenakan air laut yang masih tinggi. “Jadi itu hukum alam, air pasti mengalir mencari tempat yang rendah. Selama tinggi permukaan airnya naik, otomatis air laut yang sudah masuk ke daratan akan menunggu air laut surut,” ucapnya.
Diketahui bahwa banjir rob kembali menerjang kawasan pesisir pantai utara Pati beberapa waktu lalu. Tepatnya yakni pada tanggal 17 Juni 2022. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya tanggul pembatas yang jebol akibat diterjang rob Mei lalu.
Martinus menambahkan, air rob kembali naik dan menerjang pemukiman karena laut berbatasan dengan langsung dengan area pemukiman. Berdasarkan laporan yang pihaknya terima, banjir kembali menerjang 4 desa. Yakni dari Desa Tunggulsari, Margomulyo, Sambiroto, dan Banyutowo. (lut/abd)










