Oleh: Anis Taflihiyah, S.S., M.Pd.
Guru Bahasa Jawa SMAN 3 Klaten
DIMYATI dan Mudjiono (dalam Nurhani, 2015: 142) berpendapat bahwa pembelajaran adalah suatu persiapan yang disiapkan oleh guru guna menarik dan memberi informasi kepada siswa. Sehingga dengan persiapan yang dirancang oleh guru dapat membantu siswa dalam menghadapi ujian.
Bahasa Jawa merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah Menengah Atas (SMA). Pembelajaran bahasa Jawa di SMA bertujuan supaya siswa memiliki kemampuan, pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai. Dimana direfleksikan dalam kebiasaan bertindak, tidak terkecuali pembelajaran tentang Aksara Jawa, khususnya aksara angka.
Dalam Pembelajaran Bahasa Jawa kelas X materi penguasaan Aksara Angka Jawa sebenarnya relatif mudah, namun untuk sebagian siswa tetap merupakan materi sulit sehingga perolehan nilai tes tidak bisa maksimal. Oleh karena itu, maka perlu trik atau alat khusus guna mempermudah para siswa memahami dan menghafal secara lebih cepat tentang materi penulisan Aksara Angka Jawa.
Pembelajaran Aksara Jawa dalam pelajaran muatan lokal Bahasa Jawa sampai saat ini masih rendah. Bahan ajar yang disampaikan pendidik terkadang masih sulit dipahami oleh siswa. Guru masih menggunakan sistem yang bersifat tradisional, sehingga dalam pembelajaran kurang efektif.
Penyampaian materi pun kurang menarik sehingga membuat siswa sulit untuk memahaminya. Hal ini mengakibatkan ketrampilan siswa khususnya menulis aksara Jawa kurang optimal.
Fenomena yang terjadi pada peserta didik jaman sekarang tidak mau atau enggan untuk menghafal atau menulis berulang-ulang. Bahkan, untuk latihan soal pun ada yang merasa kesulitan. Tetapi manakala siswa diminta menggunakan gawai, mereka akan antusias dan penuh semangat untuk mengerjakan.
Berawal dari inilah, akhirnya penulis mencoba menggunakan media kuis melalui quizizz dengan memakai hanphone masing-masing. Pembelajaran menulis Aksara Jawa khususnya Aksara Angka biasanya dilaksanakan dengan cara guru menerangkan atau menuliskan angka. Kemudian siswa disuruh untuk menulis dan menghafalkannya dengan disertai latihan soal.
Dengan demikian, kehadiran guru dalam pembelajaran menulis aksara Jawa mutlak diperlukan. Pembelajaran seperti ini biasanya akan mengakibatkan siswa kurang termotivasi dalam pembelajaran. Sehingga menjadi sulit dan siswa kurang menerima pelajaran dengan baik.
Cara menanggulangi hambatan tersebut, guru harus mampu berkreasi dan kreatif saat menyampaikan materi supaya pembelajaran tidak membosankan. Salah satu caranya yaitu menggunakan media pembelajaran yang dikemas dan dikembangkan secara menarik.
Guru juga bisa membuat sendiri metode dengan menyesuaikan materi dan tujuan pembelajaran seperti penggunaan media quizizz. Para siswa tinggal bergabung di joinmyquiz.com kemudian memasukkan kode yang ada, tanpa harus mengunduh aplikasinya.
Media tersebut juga dapat mengurangi peran guru sebagai informan, menarik perhatian siswa, dan diharapkan mampu membuat siswa belajar lebih aktif dan mandiri. Karena siswa akan menggunakan gawai masing-masing dan mengikuti permainan serta memiliki daya kompetisi dengan teman sekelasnya.
Penggunaan media Quizizz dalam pembelajaran menulis aksara Angka Jawa yang dihasilkan antara lain: 1) Media Quizizz dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa, karena pengalaman yang dimiliki setiap siswa berbeda-beda.
2) Media Quizizz dapat melampaui batasan ruang dan waktu, ketika pembelajaran jarak jauh pembelajaran ini bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. 3) Media Quizizz sangat memungkinkan terjadinya interaksi antar siswa berupa kompetisi. 4) Media Quizizz memberikan keseragaman pengamatan, persepsi yang dimiliki setiap siswa itu berbeda-beda. Pengalaman-pengalaman yang berbeda-beda itu bisa diseragamkan dengan media Quizizz.
5) Media Quizizz dapat menanamkan konsep dasar yang benar, kongkret, dan realitas, serta 6) Media Quizizz membangkitkan semangat siswa untuk menghafal aksara Jawa khususnya Angka Jawa dengan lebih cepat. (*)








