western food biasanya identik dengan makanan yang cocok dengan lidah orang barat. Namun, salah satu warung yang berada di Pasar Kranggan ini menyajikannya rasa yang berbeda. Dengan harga yang terjangkau, rasanya pun sangat cocok dengan cita rasa masakan Indonesia.
KOTA, Joglo Jogja – Kuliner yang ada di pasar biasanya identik dengan jajanan pasar, kuliner tradisional ataupun makanan lokal. Namun di pasar Kranggan, ada satu lapak menarik yang menyajikan menu spesial western food atau menu ala barat dengan harga yang merakyat.
Warung yang diberi nama The French Press Kopi Warung atau TFP Kopi Warung ini menyajikan menu-menu khusus makanan barat. Sajian menu yang ditawarkan sangat beragam. Mulai dari main course, salad, dessert, side dish atau snack dan minuman dengan berbagai pilihan.
“Signature dari TFP Kopi Warung ini adalah menu western dengan harga terjangkau yang citarasanya sudah kami sesuaikan dengan selera lidah kebanyakan orang Indonesia. Pelanggan yang datang juga tidak hanya dari Yogyakarta, tapi dari luar kota juga banyak,” ungkap Erdwiend Nathanael selaku Head Kitchen TFP Kopi Warung.
Keunikan warung ini juga berada di tata letaknya yang anti mainstream jika dibandingkan dengan penyedia makanan barat pada umumnya. Bagaimana tidak, lokasi warung tersebut berada di tengah pasar, tepatnya di lantai dua pasar Kranggan.
Edwiend mengatakan, menu yang paling banyak diminati pelanggan adalah pada hidangan utama. Pelanggan yang datang bukan hanya dari kalangan anak muda, tapi juga orang tua dan anak-anak.
“Kehadiran kami di sini juga ingin mengenalkan dan memberi referensi kuliner western food kepada masyarakat secara umum. Kan biasanya western food itu kesannya mahal atau terlalu eksklusif, nah di sini kami tawarkan western food versi lebih terjangkau, supaya lebih banyak orang yang bisa menikmati,” lanjutnya.
Sementara itu salah satu pelanggan TFP Kopi Warung, Muhammad Albustomi mahasiswa asal Kabupaten Jawa timur mengatakan kalau citarasa dari menu yang disajikan memang lebih kaya bumbu, tidak hambar seperti menu western food kebanyakan.
“Ya kalau dari rasa lebih gurih dan bumbunya terasa, mungkin karena memang segmennya untuk lidah orang Indonesia secara umum. Kalau saya cocok, ini baru pertama kali coba,” imbuhnya. (fif/bid)










