KUDUS, Joglo Jateng – SMK Duta Karya menggelar pelaksanaan pendampingan individu kedua, program pendidikan guru penggerak angkatan kelima Kabupaten Kudus. Workshop ini bertemakan sosialisasi dan koordinasi pengembangan SMK 4.0, bertempat di ruang workshop Gedung Djarum SMK Duta Karya, Senin (5/9) lalu.
Kepala SMK Duta Karya, Muhammad Tho’at mengucapkan terima kasih kepada para guru yang sangat antusias mengikuti agenda tersebut. Pasalnya, sudah berkontribusi, berpartisipasi, dan menggabungkan ide untuk memajukan pendidikan.
“Harapannya, dengan program ini bapak ibu guru dapat terinspirasi dan tergerak. Yakni untuk mengikuti program luar biasa ini. Juga bergerak melakukan perubahan di pendidikan dan menggerakkan orang untuk menuju tujuan pendidikan memajukan Indonesia, serta menjadikan sekolah tempat yang aman dan nyaman bagi siswa,” ucapnya.
Sementara itu, Pemateri Pengajar Praktik program pendidikan guru penggerak angkatan kelima Kudus, Aisyah Rofah menyampaikan, topik pendampingan individu kedua ini salah satunya penyampaian visi dan prakarsa perubahan di SMK Duta Karya.
“Respon dari peserta diskusi sangat antusias dan semangat dalam mengikuti ini. Untuk kendala tidak ada, namun para calon guru penggerak sering mengeluhkan belum mendapat dukungan dari kepala sekolah, maupun guru yang ada di sekolahnya,” tuturnya.
SMK Duta Karya sendiri, menurutnya sangat mendukung dan antusias adanya program tersebut. “Karena di SMK ini visinya sudah berpihak kepada murid, harapan kedepannya apa yang menjadi visi dan program dapat terlaksana sesuai dengan apa yang menjadi tujuan nasional. Seperti berpihak pada murid dan berlandaskan profil pelajar Pancasila,” pungkasnya.
Sedangkan, Guru P5 dan sejarah, Nina Ariani Sofa mengatakan, pelaksanaan pendampingan individu kedu ini sebagai realisasi tugas untuk melakukan sebuah diskusi panel. Kemudian, dibreakdown menjadi prakarsa perubahan yang realistis untuk siswa.
“Kenapa mesti realistis, karena visi yang diberlakukan seringkali hanya menjadi pajangan saja. Melalui guru penggerak, visi itu menjadi sebuah kekuatan dan harapan. Sehingga, nantinya menghasilkan siswa dan siswi yang berkualitas sesuai harapan,” ujarnya. (sam/fat)










