Meskipun hanya usaha buket, kalau orderan banyak, hasilnya bisa lumayan. Banyaknya orderan Zaki, membuat dia mampu merekrut tenaga kerja dari warga sekitarnya.
MEMILIKI hobi membuat kerajinan tangan sejak duduk di bangku SMP, mendorong Zakiyatul Maghfiroh (21) mendirikan usaha buket. Dari usahanya ini ia berhasil menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
Gadis yang dinobatkan menjadi Duta Muslimah Preneur Jawa Tengah 2022 Kategori Seni Budaya itu mengungkapkan, pada awalnya ia membuat buket hanya untuk diri sendiri. Namun tak disangka ada teman yang tertarik, hingga berkembang sampai banyak pesanan. Akhirnya ia pun memberanikan diri mengrekrut pekerja untuk membantunya.
“Kalau dibilang ini tidak disengaja, dari memang suka membuat kerajinan, ada temen tertarik. Akhirnya dari mulut ke mulut sampai banyak pesanan berdatangan. Dan karena kualahan jadi saya putuskan untuk mencari pekerja, terutama perempuan agar membantu produksi buket ini,” ucap Zaki, sapaannya, Selasa (13/9).
Tak hanya usaha buket, Mahasiswi Unnes Jurusan Pendidikan Biologi itu juga mencoba mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh Kewirausahaan FMPA Unnes, yaitu Kewirausahaan Bussiness Challenge nominasi pembuatan Bisnis Model Kanvas. Ia berhasil meraih juara pertama. Sejak itu, dirinya sering menjadi pembicara ataupun pemateri dalam seminar dan lokal karya pembuatan buket.
Dari pengalaman dan dukungan orang tua serta semua rekannya, pada 2022 Zaki memantapkan diri mengikuti kompetisi pemilihan Duta Muslimah Preneur Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh pengurus wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Jawa Tengah. Dengan semua skill yang sudah ia miliki, akhirnya ia terpilih menjadi Duta Muslimah Preneur Jawa Tengah kategori Seni Budaya.
“Bukan hal yang mudah untuk bisa sampai dititik ini. Dari belajar membuat buket dimana kita harus bisa memadukan warna yang tepat untuk membuat sebuah buket yang memiliki nilai estetika. Selain itu saya juga belajar bagaimana memasarkan produk secara online, hingga akhirnya bisa membuka lapangan pekerjaan terutama untuk perempuan yang belum memiliki pekerjaan,” imbuhnya. (fan/gih)










