PATI, Joglo Jateng – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati berharap para nelayan di Pati segera kembali melaut. Karena, berhentinya nelayan itu membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan menjadi tersendat.
Kepala DKP Pati, Edy Martanto mengatakan, tak melautnya nelayan membuat pemasukan daerah menjadi terkendala. Para nelayan cenderung mogok untuk tidak melaut, padahal saat ini semestinya musim panen raya.
“Saya berharap mereka segera berangkat. Karena ini musim ikan sehingga kami bisa mendapatkan pendapatan. Meski tidak memenuhi target paling tidak dapat mendekati,” ungkapnya, belum lama ini.
Atas dasar pesoalan tersebut, pihaknya menginginkan supaya ada penurunan PAD di tahun depan. Dimana, DKP Pati mengajukan target PAD untuk 2023 hanya Rp 2 miliar.
“Masalahnya pemkab tidak bisa menarik kapal besar. Tahun 2023 pengen PAD kalau dari perhitungan hanya Rp 2 miliar, nanti kita hanya dapat kompensasi dari pusat. Sekarang ini juga peluangnya yang nelayan kecil-kecil,” terangnya.
Edy menyatakan bahwa sumber pemasukan sudah berbeda dari tahun lalu. Sebab, target tahun ini berjumlah Rp 12 miliar yang rasa cukup memberatkan. Adapun persoalan yang melatar belakangi adanya peraturan dari pusat.
“Terutama yang berpengaruh pada sumber PAD karena munculnya peraturan penarikan retribusi langsung ke pusat bagi kapal besar. Hal ini menjadi salah satu kendala utama atas tidak tercapainya target PAD,” keluhnya.
Sebagai tambahan informasi, tahun ini DKP tidak dapat memenuhi target PAD yang ditetapakan. Pada bulan September lalu, PAD DKP baru capai Rp 4 miliar, padahal targetnya sebesar Rp 12 miliar. (lut/fat)










