Sandingkan Keunikan Rasa Es Tape dengan Mie Ayam

GURIH: Penjual Es Tape Sompil sedang menghidangkan Es Tape dan Mie Ayam kepada pelanggan di kedai mie ayam daerah Wonocatur, Banguntapan, Bantul, Senin (26/12/22). (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

KEDAI Es Tape Sompil yang berdiri sejak tahun 1980 di Wonocatur, Banguntapan, Bantul, sengaja untuk tidak membuka cabang agar tetap fokus di satu lokasi saja. Hal itu agar menjaga keaslian dan kualitas dari rasa kuliner yang dijajakannya. Pelaku usaha kuliner itu memiliki kolaborasi ciamik, dengan menyandingkan es tape dengan hidangan mie ayam yang menjadi selera rakyat Yogyakarta.

Anak pertama dari pendiri Es Tape Sompil, Lia mengatakan, awalnya ayahnya menjual es tape saja, namun setelah beberapa bulan berdagang, menambah variasi menu di warungnya, sehingga menjual mie ayam dan es tape. Untuk pemberian nama Es Tape Sompil sendiri, murni dari pelanggan yang datang. Hal itu lantaran dulunya tempatnya nyempil (tersembunyi, Red) maka sampai sekarang menjadi Sompil.

“Untuk resep mie ayam yang ayah saya miliki, dulunya dikasih oleh orang Cina, namun ketika disajikan rasanya kurang sesuai, maka dimodifikasi untuk menyesuaikan lidah masyarakat sekitar. Dan untuk es tapenya, disajikan dengan diberi campuran serutan kelapa muda,” jelasnya di warungnya.

MENGGIURKAN: Penampakan es tape sompil dan mie ayam.

Ia menambahkan, di warung tersebut yang paling favorit adalah mie ayam dan es tapenya. Meskipun ada yang mereka jual lagi seperti bakso, dan soto. Untuk pelanggan yang datang, biasanya dari pelanggan lama bersama keluarganya. Serta pernah juga ada bule yang datang dengan

Lanjutnya, untuk setiap harinya mereka bisa menjual 5 kg mie, serta 3 termos es tape. Untuk satu kilo mie, bisa jadi 100 manguk mie ayam. Untuk 1 termos es tape bisa untuk 50 gelas. Dan untuk pembuatan bumbu dari mie ayam sendiri, pihaknya mengolahnya sendiri selama satu hari penuh untuk stok 1,5 bulan.

“Untuk harganya sendiri, bakso Rp13.000, soto Rp11.000, mie ayam Rp11.000, mie ayam extra Rp16.000 dan untuk Es Tape Rp6.000. Kami jualan dari jam 11.00 sampai 16.00 untuk setiap harinya. Karena kami juga memikirkan untuk istirahat karyawan juga,” paparnya.

Dirinya mengungkapkan, untuk Es Tape Sompil sendiri pernah masuk salah satu stasiun tv nasional. Dan ada turis mancanegara yang berlanganan di tempatnya. Sehingga dengan hal tersebut, membuat yakin bahwa usaha kulinernya memiliki keunggulan tersendiri untuk bisa memajukan perkulineran di DIY.

“Saya berharap Semoga kedepannya saya dan keluarga bisa membuka tempat yang lebih luas lagi dan banyak yang bisa mencicipi dagangan kami,” tutupnya. (cr4/all)