SEMARANG, Joglo Jateng – Curah hujan yang tinggi di Kota Semarang menyebabkan banjir di beberapa titik wilayah. Bencana banjir yang terjadi ini pun memiliki potensi timbulnya penyakit, khususnya bagi anak-anak.
Sekretaris Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Perwakilan Semarang, Setya Dipayana menuturkan, ada beberapa penyakit yang biasanya menyerang anak-anak saat terjadi banjir. Di antaranya penyakit letptopirosis dan muntaber atau sindrom diare.
Pihaknya pun menjelaskan, leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira. Bakteri ini dapat menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi. Beberapa hewan yang bisa menjadi perantara penyebaran leptospirosis adalah tikus, sapi, anjing, dan babi.
“Seseorang bisa terserang leptospirosis, jika terkena urine hewan tersebut, atau kontak dengan air atau tanah yang telah terkontaminasi. Gejalanya mirip dengan flu biasa, tapi jika tidak diobati dan tertangani dengan baik, dapat menyebabkan kerusakan organ dalam yang parah bahkan kematian,” jelasnya, belum lama ini.
Ia menambahkan, muntaber atau sindrom diare, juga sering menjangkit anak-anak di musim pancaroba. Gejala awal biasanya muntah-muntah kemudian dilanjut dengan diare. Dan resiko terbesarnya adalah dehidrasi, bahkan jika tidak tertangani dengan baik, bisa mengakibatkan keparahan bahkan kematian.
Dengan kemungkinan adanya potensi penyakit untuk anak-anak, ia pun menghimbau kepada para orang tua untuk tetap mengawasi secara ketat, apabila anaknya mulai bermain ke dalam banjir. Sebab resikonya cukup banyak.
“Harapan kami, orangtua akan mengetahui berbagai macam resiko dari anak bermain banjir, resiko kecelakaan, bahkan sampai terkena penyakit yang menyebabkan keparahan. Awasi juga gejala penyakit yang ada, segera hubungi faskes atau nakes jika menemukan gejala sakit pada anak setelah anak bermain banjir,” tutupnya. (luk/gih)










