Kegiatan Manasik Haji Perlu Dikenalkan pada Anak Paud di TK

Oleh: Sri Arpuatun, S.Pd
Guru TK Negeri Pembina, Kec. Karanganyar, Kab. Demak

MENURUT Saefudin, manasik haji merupakan sebuah pelatihan tentang pelaksanaan ibadah haji secara menyeluruh yang wajib diikuti oleh calon jemaah. Beberapa manfaat dari kegiatan pelatihan manasik ini di antaranya adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta didik terhadap ibadah haji. Kemudian memotivasi anak untuk menyempurnakan rukun Islam.

Pelatihan manasik haji pada anak usia dini di TK Negeri terletak di Desa Cangkring RT 05 RW 01, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Merupakan salah satu wahana untuk memperkenalkan nilai dan praktik ibadah haji bagi masyarakat sekitar pada umumnya. Tidak saja bagi anak, melainkan juga bagi para guru dan orang tua murid.

Materi ibadah haji sebagian sebagaimana umumnya materi ibadah tidak bisa dikuasai peserta didik dengan baik tanpa adanya keseimbangan antara teori dan praktek. Karena itu program pelaksanaan pembelajaran teori-teori dan praktek manasik haji ini dilakukan dengan cara pendekatan pada masyarakat sekitar yang akan terlibat didalamnya. Di antaranya dari pihak instansi kecamatan, pengurus IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kecamatan Karanganyar, serta orang tua murid.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari orang tua. Contohnya mereka rela tidak berangkat kerja untuk mendampingi putra putrinya dalam mengikuti kegiatan pembelajaran manasik haji dari awal sampai akhir kegiatan tersebut. Tidak hanya mendampingi saja, mereka juga rela untuk menjadi panitia pelaksanaan kegiatan manasik haji.

Rangkain kegiatan ini di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama, ihram. Dimulai dengan keadaan suci dan menenakan pakaian serba putih yang melambangkan kebersihan dan kesucian. Begitu pula dengan manasik haji oleh anak-anak TK. Laki-laki diharuskan mengenakan pakaian ihram atau dua kain putih yang dililitkan ke pinggang hingga bawah lutut, dan satu kain lainnya disampirkan ke bahu kiri. Bagi laki-laki, bahu kanan tidak boleh tertutup oleh kain dan harus tetap terbuka. Sedangkan bagi anak perempuan disarankan untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat. Namun bagian wajah dan tangan tidak boleh tertutup. Saat pelaksanaannya, anak-anak dibantu mengganti pakaian oleh guru.

Kedua, wukuf. Dilakukan di halaman yang sudah disediakan. Anak-anak dikumpulkan ditempat tersebut untuk membaca bacaan talbiyah, labbaika laa syariika laka labbaik. Ketiga, menuju Masjidil Haram. Keempat, melempar jumrah sebagai simbol melempar setan yang dijelmakan dalam tiga bagian. Yaitu jumrah ula, jumrah wustha, dan jumrah ‘aqabah.

Dalam melempar jumrah, anak-anak menggunakan batu kecil yang sudah disediakan oleh pihak sekolah. Anak-anak diberi batu masing-masing dua puluh satu batu yang akan digunakan untuk melempar jumrah. Dalam melempar batu-batu itu, anak-anak dianjurkan membaca do’a bismillahi wallahu akbar sampai batunya habis.

Kelima, tawaf. Merupakan rangkaian ibadah haji yang dilakukan dengan berjalan mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali dengan miniatur ka’bah yang dipinjami oleh pengurus IPHI Kecamatan Karanganyar. Saat tawaf ketika pas ditempat Hajar Aswad anak-anak diminta mengangkat tangan lalu dicium dan membaca bismillahi Allahu akbar sampai tujuh putaran. Keenam, sa’i . Lari-lari kecil dari Bukit Safa ke Marwah yang dilakukan hanya simbolis saja yaitu mengelilingi pohon yang diberi batas tali sampai tujuh putaran.

Ketujuh, tahalul, yang menjadi rangkaian yang terakhir dalam pelaksanaan manasik haji. Yaitu guru memotong beberapa helai rambut anak-anak menandakan bahwa kegiatan manasik haji sudah selesai.  Anak-anak diminta untuk duduk-duduk istirahat sambil minum dan makan jajan yang sudah disediakan oleh sekolah. Upaya-upaya tersebut diatas diharapkan dapat memotivasi anak, orang tua, dan guru supaya mempunyai keterampilan dalam melaksanakan manasik haji. (*)