Oleh: Suminah, S.Pd.
Guru TK Negeri Pembina, Kec. Gajah Kab. Demak
PERKEMBANGAN motorik merupakan salah satu aspek yang harus di perhatikan perkembangannya pada anak taman kanak-kanak. Sehingga dalam perkembangannya dibutuhkan berbagai stimulus yang tepat. Pemberian stimulus tersebut merupakan upaya yang di lakukan oleh orang dewasa dalam memberikan fasilitas dan kesempatan yang optimal untuk tercapainya perkembangan yang optimal.
Memberikan waktu yang banyak untuk anak melakukan kegiatan–kegiatan yang menunjang perkembangan motoriknya dan pengawasan yang tepat merupakan salah satu usaha yang tepat dalam mendukung perkembangan fisik motorik anak taman kanak-kanak. Anak usia taman kanak–kanak merupakan anak yang berada pada masa keemasan atau golden age. Pada saat ini, seorang anak menjalani dan mengalami pertumbuhan yang istimewa. Baik dalam bidang perkembangan fisik atau yang di kenal juga dengan perkembangan jasmaniah, bidang perkembangan motorik atau gerak anak, perkembangan emosi, kognitif, serta perkembangan psikososial.
Menurut Hurlock (1978:151), perkembangan motorik adalah perkembangan pengendalian gerakan jasmani melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang terkoordinasi. Sebelum perkembangan terjadi, anak tidak akan berdaya. Kondisi tersebut akan berubah secara cepat pada usia empat sampai lima tahun pertama kehidupan pasca lahir.
Alasan pentingnya mengembangkan motorik pada anak taman kanak-kanak adalah untuk mempelajari keterampilan motorik pada anak idealnya dilakukan pada masa golden age. Beberapa yang mendasari pentingnya pengembangan motorik anak adalah masa kanak-kanak lebih mudah menerima pelajaran untuk mengembangkan motoriknya. Karena pada masa ini tubuh anak masih lentur. Selain itu, anak lebih mudah menerima keterampilan baru yang diajarkan, mempunyai banyak waktu dalam belajar. Kemudian kegiatan yang diulang-ulang sangat disukai anak, dan ketika anak masih kecil ia mempunyai keberanian yang lebih (Mahmudah, dkk, 2020:29).
Menutut Heri Rahyubi dalam (Konstanius, dkk, 2021:114-115), faktor–faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik anak yaitu sebagai berikut. Pertama, perkembangan sistem syaraf. Sebab, syaraf berfungsi sebagai alat control pada aktifitas motorik seseorang. Kedua, kondisi fisik. Seseorang yang normal mengalami perkembangan motorik yang lebih baik.
Ketiga, aspek psikologis juga mempengaruhi motorik anak. Karena kondisi psikologis yang baik akan mampu meraik motoric yang baik. Keempat, pengaruh usia juga mempengaruhi perkembangan anak. Sebab, setiap usia memiliki karakteristik keterampilan motorik yang berbeda. Kelima, motivasi yang kuat merupakan modal besar untuk meraih prestasi. Keenam, lingkungan dan fasilitas yang baik sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan motorik anak.
Masalah dalam ketrampilan motorik kasar pada anak berkaitan dengan ketidakmampuan anak mengatur keseimbangan, reaksi kurang cepat, serta koordinasi yang kurang baik. Masalah keseimbangan pengaturan tubuh pada dasarnya berhubungan dengan sistem vestibuler sebagai pengatur keseimbangan di dalam tubuh manusia. Masalah ini jika tidak cepat ditangani akan berdampak pada kesulitan dalam membaca dan menulis ketika anak memasuki jenjang pendidikan sekolah dasar.
Masalah keterampilan motorik halus yang terjadi pada anak adalah terkait dengan kemampuan yang kurang dalam menggambar bentuk bermakna dan belum bisa mewarnai dengan rapi. Maka, di TKN Pembina kecamatan Gajah selalu di adakan kegiatan fisik motorik kasar dan halus setiap harinya. Sebelum kegiatan inti selalu diadakan kegiatan fisik motoric kasar, agar anak selalu bersemangat dalam pembelajaran. Selanjutnya guru bisa mengetahui perkembangan anak sehari-harinya dan tahu kondisi anak di hari itu.
Pemberian rangsangan untuk perkembangan fisik motorik harus dilakukan secara terus menerus. Karena perkembangan fisik motorik bukan hanya melibatkan satu gerakan saja dan langsung bias dikuasai dalam satu kali pemberian stumulasi. Tetapi banyak jenis unsur gerakan yang harus dikuasai anak. (*)








