Asyik Belajar IPA dengan Metode Outdoor Study

Oleh: Laela Desi Kurniawati
Guru Kelas SD Negeri 1 Muncar, Kabupaten Temanggung

MENURUT Kaswara (2008: 3) guru dikatakan berhasil apabila pembelajaran yang diberikan mampu mengubah perilaku sebagian besar siswa kearah penguasaan kompetensi dasar yang lebih baik. Begitu pula yang diharapkan pada pembelajaran IPA.

Namun kondisi yang terjadi di kelas IV SD Negeri 1 Muncar Kabupaten Temanggung, hasil belajar IPA pada materi struktur dan fungsi bagian tumbuhan masih rendah. Hal ini dikarenakan media dan metode yang digunakan kurang tepat, tidak melibatkan secara langsung siswa dengan materi yang akan diajarkan.

Pembelajaran IPA harusnya melibatkan keaktifan siswa secara penuh (Active Learning) dengan merealisasikan pembelajaran yang mampu memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan keterampilannya sendiri. Adapun keterampilan tersebut meliputi: kemampuan mencari, menemukan, menyimpulkan, mengkomunikasikan sendiri berbagai pengetahuan, nilai-nilai dan pengalaman yang dibutuhkan.

Pembelajaran IPA yang baik harus mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pembelajaran IPA pada tingkat sekolah dasar sebisa mungkin didasarkan pada pendekatan empirik dengan asumsi bahwa alam raya ini dapat dipelajari, dipahami dan dijelaskan, tidak hanya semata-mata bergantung pada metode kualitas tetapi melalui proses tertentu.

Maka selanjutnya diterapkan metode Outdoor Study.  Outdoor Study yaitu suatu konsep dimana guru menggunakan suasana di luar kelas sebagai situasi pembelajaran terhadap berbagai pembelajaran sebagai media transformasi konsep yang disampaikan dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Menurut Rustam dan Santoso (2015), pembelajaran di luar kelas (Outdoor study) adalah metode dimana guru mengajak siswa belajar di luar kelas untuk melihat peristiwa langsung di lapangan dengan tujuan untuk mengakrabkan siswa dengan lingkungannya.

Menurut Vera (2012: 137) langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut: a)Perencanaan Sebelum melaksanakan pengamatan belajar di luar kelas perencanaan harus dilakukan terlebih dahulu agar hasilnya lebih maksimal. Berikut adalah langkah- langkah dalam perencanaan: 1. Guru harus menetapkan tujuan pembelajaran melalui observasi. 2. Guru mesti menetapkan objek yang akan di observasi. 3. Menentukan alat yang dibutuhkan dalam observasi. 4. Sebelum melakukan observasi sebagai pembelajaran di luar kelas, guru juga harus membuat instrumen untuk mengadakan observasi. 5. Guru mesti memperkirakan resiko-resiko yang bisa muncul ketika observasi, sehingga memunculkan solusi dalam menyikapi resiko tersebut dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 6. Guru harus memastikan bahwa observasi harus menggunakan surat izin atau tidak, atau cukup meminta izin kepada aparat desa, tokoh masyarakat dan lain-lain. b)pelaksanaan. Dalam tahap ini hal yang harus dilakukan oleh guru dan siswa adalah sebagai berikut: 1. Para siswa dan guru secara langsung menuju tempat observasi yang telah ditentukan direncanakan sebelumnya. 2. Para siswa mengadakan pengamatan terhadap objek observasi dan dibimbing oleh guru yang mendampingi. 3. Ketika melakukan pengamatan, sesekali guru juga harus menerangkan tentang sesuatu yang diamati oleh para siswa, sehingga mereka akan semakin mudah mengamati dan memahami. 4. Selain menjelaskan beberapa hal yang diamatai oleh para siswa, guru juga mesti bertanya untuk menguji pemahaman mereka. 5. Ketika melakukan pengamatan, para siswa harus mencatat semua hasil pengamatan ke dalam bentuk laporan yang diserahkan kepada guru, kemudian hasil laporan itu dibahas bersama dan diberi nilai oleh guru.

Kelebihan pembelajaran di luar kelas adalah: Kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan, sehingga motivasi belajar siswa akan lebih tinggi. Hakikat belajar akan lebih bermakna sebab siswa dihadapkan dengan situasi dan keadaan yang sebenarnya atau bersifat alami. Bahan-bahan yang dapat dipelajari lebih kaya serta lebih faktual. Kegiatan belajar siswa lebih komprehensif dan lebih aktif sebab dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti mengamati, bertanya atau wawancara, membuktikan atau mendemonstrasikan, menguji fakta, dan lain-lain. Siswa dapat memahami dan menghayati aspek-aspek kehidupan yang ada di lingkungannya, sehingga dapat membentuk pribadi yang tidak asing dengan kehidupan di sekitarnya, serta dapat memupuk cinta lingkungan.

Sedangkan kekurangan atau kelemahan pembelajaran di luar kelas adalah: Siswa akan kurang konsentrasi. Pengelolaan siswa akan lebih sulit terkondisi. Waktu akan tersita (kurang tepat waktu). Penguatan konsep kadang terkontaminasi oleh siswa lain atau kelompok lain. Guru lebih intensif dalam membimbing. Dan akan muncul minat yang semu.

Terlepas dari kelebihan dan kekurangan metode outdoor study, nyatanya setelah penerapan metode Outdoor Study pada pembelajaran IPA materi struktur dan fungsi bagian tumbuhan di kelas IV dapat meningkatkan hasil belajar siswa SD Negeri 1 Muncar Kabupaten Temanggung. Outdoor Study merupakan suatu kegiatan menyampaikan pelajaran di luar kelas sehingga kegiatan atau aktivitas belajar mengajar semakin asyik. (*)