SEMARANG, Joglo Jateng – Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia Zulkifli Hasan mengajak siswa-siswi untuk mencintai produk-produk dalam negeri. Hal itu ia sampaikan pada saat Sosialisasi Produk dalam Negeri melalui Gerakan Bangga Buatan Indonesia di halaman Sekolah SMK Muhammadiyah 1.
Ia mengungkapkan, masyarakat Indonesia perlu patut berbangga dengan hasil buatan produk dalam negeri. Seperti contohnya produk usaha mikro kecil menengah (UMKM), dengan industrinya.
“Sehingga produk kita makin unggul dan bagus dan kita bisa ekspor pasar dunia. Nah ini yang disampaikan kepada masyarakat mulai dari anak-anak remaja SMP atau SMA agar kecintaan kita terhadap bangga buatan Indonesia itu tidak hanya slogan. Tapi juga menjadi perilaku dan semua negara juga begitu,” jelasnya, Senin (23/7/23).
Sementara itu, Kepala sekolah SMK Muhammadiyah 1, Lukman Hakim mengaku bersyukur atas kehadiran mendag yang telah memberikan kampanye bangga buatan Indonesia. Menurutnya, pihaknya sangat menyadari bahwa kecintaan produk dalam negeri dari generasi milenial sangat menurun.
“Cenderung mereka (generasi milenial, Red.) menggunakan produk-produk barat atau sekarang ini Korea. Sedangkan produk Korea sudah merambat lagi ke Thailand. Banyak anak-anak Indonesia pergi ke Thailand, Korea, dan Amerika, Eropa,” katanya.
Sehingga dengan adanya sosialisasi, kata Lukman, diharapkan kecintaan para generasi milenial anak muda saat ini akan kembali atau cinta produk dalam negeri. Kemudian, dirinya menjelaskan, SMK 1 Muhammadiyah sebagai pusat keinggulan untuk memiliki TEFA (teaching factory). Yaitu sekolah menerima pesanan dari luar negeri yang berkaitan dengan jasa.
“Pusat keunggulan kami di bidang animasi sehingga kami punya TEFA di bidang animasi barusan kami menyelesaikan orderan dari Kemendikbud membuat alergia rakyat yang berjudul ‘Tak ada Ikan dalam Gigi’ ini adalah regeneral rakyat dari Sulawesi Utara,” ujarnya.
Lalu, pihaknya juga membuat company profil dari perusahaan-perusahaan. Seperti contohnya, pesanan dari Rumania.
“Waktu pengukuhan UMS itu kita yang bikin jadi kita bergerak di bidang animasi. Tapi di jurusan lain seperti akuntasi dan sebagainya juga membuat olahan-olahan produk yang kita buat untuk masyarakat luas,” tutupnya. (cr7/mg4)










