Ikan Lele Barbie Ternyata Hasil Riset Bertahun-tahun dan Telan Biaya Puluhan Juta

  • Bagikan
Fahrudin tengah memberi pakan di kolam ikan lele miliknya
MEMBERI PAKAN: Fahrudin tengah memberi pakan di kolam ikan lele miliknya. (MIFTAHUL UMAM/LINGKAR JATENG)

JEPARA– Pembuatan spesie baru ikan lele barbie ternyata membutuhan riset bertahun-tahun. Fahrudin, pembudidaya ikan lele asal Desa Mindahan, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara itu memerlukan empat tahun untuk menciptakan spesies baru yang disebut ikan lele barbie.

Ditemui di kediamannya, sebelah barat Kantor Kecamatan Batealit, pria berusia setengah abad ini mengajak lingkarjateng.com menuju bagian belakang rumahnya.

Di pekarangan tersebut tampak deretan kolam ikan berbahan material beton. Di tempat inilah, alumnus Akademi Bahasa Asing Yogyakarta (Abayo) itu memulai risetnya pada akhir 2016 lalu.

“Tahun pertama dan kedua gagal. Lalu tahun ketiga mulai ada tanda-tanda meskipun warnanya tidak rata, belang seperti zebra. Di tahun keempat, pada akhir 2019 baru berhasil,” katanya di sela memberi pakan.

Mengetahui ada makanan, ribuan lele barbie dengan agresif langsung menyibak air kolam dan berebut pakan. Ia mengatakan, selama empat tahun riset itu, ia menghabiskan uang sekitar Rp75 juta.

“Ini murni bukan silangan, karena dari sungut sampai ekor itu tanpa ada belang dan blentong,” kata Fahrudin yang kerap disapa Oong.(mam/lut)

  • Bagikan