PATI – Pendeta Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Pati, Andriyan, menyampaikan, tahun ini meniadakan perayaan Natal. Hal ini sesuai dengan arahan pemerintah dan surat edaran Bupati Pati terkait penanggulangan Pandemi Covid-19. Ibadah kebaktian pun akan dilakukan secara sederhana dengan pembatasan jemaat.
“Jadi yang ada hanya ibadah di induk di tempat ini dan juga di pepanthan-pepanthan. Tidak ada perayaan, murni ibadah dan digelar secara sederhana” katanya belum lama ini.
Pendeta Andriyan menambahkan, pelaksanaan ibadah Natal dan tahun baru pun akan dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Sesuai peraturan pemerintah, jumlah jemaat yang hadir dalam satu waktu dibatasi 50 persen dari kapasitas gereja.
“Dalam ibadah pada masa normal, gereja kami bisa menampung sekitar 500 jemaat. Kami mengambil separuhnya, jadi sekitar 250-an,” imbuhnya.
Ia menyebut, agar semua jemaat tetap bisa beribadah dan tetap menjaga jarak, pelaksanaan ibadah natal 25 Desember 2020 dan ibadah tahun baru 1 Januari 2021 dibagi dalam dua jadwal kebaktian. Pelaksanaan ibadah dilakukan pada pukul 07:00 dan 09:30.
“Shift ini sesuai arahan pemerintah,” ujar Andriyan.
Selain itu, dalam pelaksanaan ibadah malam Natal dan malam tahun baru yang biasanya digelar semarak pun dilakukan pembatasan Lalu, dalam pelaksanaan ibadah nanti, anak-anak dan lansia 60 tahun ke atas tidak diizinkan mengikuti ibadah di gereja.
“Dari 11 Persekutuan Dooa, kami izinkan satu kelompok enam orang perwakilan. Jika ditambah pendeta majelis, jumlah peserta ibadah malam natal dan malam tahun baru tidak sampai 100 orang,” jelasnya.(cr4/akh)










