Kamis, 25 Februari 2021
Bank Jateng
Bank Jateng
Beranda Wisata Masjid Agung Jawa Tengah, Disekat untuk Kemaslahatan Umat

Masjid Agung Jawa Tengah, Disekat untuk Kemaslahatan Umat

SEMARANG – Pelataran Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang terletak di Jalan Gajah Raya, Sambirejo, Kecamatan Gayamsari itu tampak lengang. Angin bertiup agak kencang menerpa setiap jamaah yang memasuki latar Masjid. Deretan toko cendera mata di kanan-kiri Masjid seolah hanya tampak sebagai bangunan dengan penjual tanpa pengunjung.

Segelintir jamaah beraktivitas; mulai dari beribadah, bersantai hingga swafoto bersama keluarga. Di bundaran air mancur area pelataran, tampak dua pemuda sedang bercengkerama sembari berswafoto. Mereka adalah Randi dan Najib, sepasang sahabat yang dengan sengaja datang ke MAJT untuk salat zuhur.

Najib bercerita suasana Masjid memang sepi semenjak pandemi di awal Maret 2020. “Sudah sepi sejak awal pandemi, semuanya serba prokes, jamaah juga kadang enggak penuh satu saf,” ujarnya, kemarin.

Kota Semarang memang sudah beberapa kali melakukan pembatasan kegiatan masyarakat yang berimbas pada diperketatnya semua tempat publik. Terbaru, Pemkot Semarang memperpanjang PPKM hingga 8 Februari 2021.

Beni Arif Hidayat, Humas Masjid Agung Jawa Tengah membenarkan apa yang telah disampaikan Najib. Dengan suara agak serak, ia menyampaikan MAJT sudah lama sepi. Pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam semua aktivitas.

Tak pernah ia bayangkan akan berada pada kondisi di mana manusia dipaksa keadaan untuk saling berjauhan. Walau demikian, Beni mengaku harus terus mengelola MAJT dengan segala keterbatasan yang ada. Baginya, apa pun musibah yang mendera, kegiatan ibadah dan kajian keagamaan tidak boleh terhenti.

Baca juga:  Usaha Jamur tak Terpengaruh Pandemi

“Kegiatan keagamaan akan terus ada, walaupun dengan peserta terbatas. Kajian harian kami masih aktif sampai saat ini, tentu yang datang hanya sedikit, sisanya menyimak via online,” jelasnya.

Beni dan seluruh karyawan pengelolaan MAJT sepakat untuk tetap melanjutkan aktivitas peribadatan dengan protokol kesehatan ketat dan tentunya patuh pada imbauan pemerintah. Beni bercerita, jamaah yang datang ke MAJT jumlahnya menurun drastis—sekitar 60% penurunan sejak Covid-19 melanda.

Saf terbanyak hanya diisi sampai pada baris kelima ketika salat jumat. Saat salat fardu lima waktu, kadang hanya diisi satu sampai dua saf saja. Pada pukul 21.00, Beni akan menutup gerbang Masjid untuk umum, dan baru akan dibuka kembali menjelang azan subuh berkumandang.

Kemungkinan gerbang akan dibuka pada malam hari jika ada peziarah yang hendak mampir ke MAJT menggunakan bus. Selain itu, tidak diperkenankan.

“Toko di sekitar Masjid juga ikut terkena imbas, jadi sepi. Untuk itu, kami memberikan keringanan infaq kepada mereka agar tidak terlalu terbebani dengan kondisi yang ada,” lanjut Beni.

Kini, Masjid yang menjadi ikon Provinsi Jateng itu sedang dilanda kegersangan. Masjid yang berdiri gagah di atas tanah seluas 10 hektare itu dipaksa membatasi pelayanannya pada Hamba Allah yang ingin beribadah. Alasannya satu: kemaslahatan umat.  (cr2/abu)

20,286FansSuka
96,917PengikutMengikuti

BERITA TERPOPULER

Sudah 3 Pekan,10 Desa di Kudus Terendam Banjir

KUDUS – Bencana banjir melanda beberapa wilayah di Kabupaten Kudus, selama tiga pekan ini belum sepenuhnya surut. Genangan tersebut masih merendam 10 desa di...

Tiga Tanggul Jebol, Pati Utara Disergap Banjir

PATI – Belasan desa di Kecamatan Tayu dan Dukuhseti disergap banjir. Air bercampur material lumpur meluap menggenangi rumah dan jalan raya akibat jebolnya tanggul...

80 Mahasiswa dapatkan Beasiswa dari Alumni

SEMARANG - Alumni Undip terus berupaya memberikan kontribusi kepada almamater mereka. Salah satu wujud dari kepedulian alumni tersebut adalah penyediakan beasiswa bagi mahasiswa Undip. Penyedia...

Usaha Jamur tak Terpengaruh Pandemi

REMBANG - Pandemi Covid-19 sudah berjalan lebih dari satu tahun. Hal ini membuat beberapa sektor usaha mengalami kesulitan untuk bertahan. Lain lagi dengan usaha budidaya...

Ada yang Ditunda, Vaksinasi Tetap Lancar

DEMAK - Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 tahap II awalnya direncanakan di tiga tempat, yaitu Pendopo Kabupaten, Kodim 0716/Demak dan Mapolres Demak. Namun, pelaksanaan Vaksinasi tahap...

Uji Klinis Kedua, Dukung Vaksin Nusantara

VAKSIN nusantara buatan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan RSUP dr Kariadi Semarang dinyatakan lulus uji klinis tahap pertama. Saat ini, vaksin yang juga dikenal...

27 Titik di Jateng bakal Terapkan Tilang ETLE

SEBANYAK 27 titik lokasi di Jawa Tengah dipastikan bakal menerapkan sistem penegakan lalu lintas yang dinamai Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Sistem tersebut rencananya...

Perbaikan Jalan Rusak di Pati Mulai Digarap Maret

PATI - Sejumlah ruas jalan yang mengalamai kerusakan di Kabupaten Pati dipastikan diperbaiki mulai awal Maret mendatang. Untuk itu Dinas Pekerjaan Umum dan Tata...

Sebarkan Komitmen Moderasi Beragama Lewat Film Pendek

SEMARANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sebagai salah satu kampus yang memiliki komitmen terhadap moderasi beragama terus melakukan upaya sosialisasi terhadap masyarakat...

Tanah Longsor Di Jalan Gombel Lama, Satlantas Polrestabes Semarang Atur Kemacetan Panjang

SEMARANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang sejak pukul 16.00 Wib, mengakibatkan longsor di jalan Gombel lama, Senin (22/2/21), akibatnya lalulintas yang mengarah...