Figur  

Cintai Budaya Tradisional

Novita Zalza
Novita Zalza. (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

JOGLOJATENG.COM – Di era sekarang ini, anak muda yang mau melestarikan budaya tradisional mulai sulit ditemukan. Namun, tidak dengan Novita Zalza. Gadis berumur 19 tahun asal Kabupaten Pemalang ini memilih menjadi seorang penari tradisional karena cinta akan budaya tradisional,

Ica, sapaan akrabnya, menyukai tari sejak kecil. Dengan dukungan kedua orang tuanya. Ia diikutkan kelompok sanggar tari. Mulai dari sinilah ica berkembang dan mengikuti banyak perlombaan. Mulai dari tingkat SD sampai SMA. Bahkan, ia sering mendapatkan juara satu.

“Tidak tau kalau nari saya suka dari kecil. Juga dukungan kedua orang tua tidak pernah lepas. Akhirnya bisa berprestasi sekarang,” ujarnya, Minggu (7/11).

Motivasi utamanya berkecimpung di dunia seni tari karena ia ingin melestarikan budaya tradisional. Walaupun, ia sering kali mendapat omongan dari kawannya jika menari adalah sesuatu hal yang kuno, tidak modern dan membosankan. Namun, ia tetap semangat menjadi seorang penari. Tak hanya itu, karena kesukaan terhadap menari, ia kemudian juga bisa merias.

“Dari menari saya belajar banyak hal di antaranya secara autodidak saya belajar merias atau make up. Itu karena saya sering praktek sendiri baik ke teman atau ke muka saya. Saat ini dunia tari dan perias sudah menjadi bagian hidup,” terangnya.

Oleh karena itu, Ica mengajak semua generasi muda untuk mau mencintai budaya sendiri. Menurutnya, itulah yang membuat Indonesia kaya. Ica berpendapat, sepatutnya generasi muda bangga dengan adanya tari yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Mereka iri, bahkan ada yang mengklaim budaya ini.

“Kami para seniman tari tidak akan berhenti untuk terus melestarikan budaya kebanggaan negeri yang dicemburui bangsa lain,” katanya.

Menurutnya, mengenal budaya asing tidaklah salah. Namun, ketika lupa dengan jati diri sendiri itu yang membahayakan. (fan/gih)