JOGLOJATENG.COM – Mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Yunia Vertika Rahmawati ini pernah menjadi peserta sekaligus presenter di conference tingkat Internasional pada acara IS PINSA (International Seminar on New Paradigm and Innovation on Natural Sciences and It’s Application). Dalam acara tersebut, ia bertugas untuk mempresentasikan hasil penelitian di hadapan seluruh peserta yang berasal dari berbagai negara.
Perempuan kelahiran Pemalang tahun 1998 ini menjelaskan, ketertarikannya di dunia penelitian sejak di bangku SMP. Saat duduk di bangku sekolah, ia sangat bersemangat mengikuti mata pelajaran Kimia, Fisika dan Biologi. Dari situ, Yunia memutuskan untuk mengambil jurusan Biologi ketika mendaftar di Undip Semarang. Agar bakat yang dimilikinya tersalurkan.
“Jujur saya sangat bersemangat dulu ketika pelajaran Kimia, Fisika, dan Biologi. Setelah konsultasi dengan guru akhirnya saya putuskan untuk mengambil jurusan Biologi. Agar dapat terus melakukan penelitian, terutama tentang makhluk hidup,” terangnya.
Dirinya menjelaskan, dalam melakukan sebuah penelitian seorang peneliti harus memperhatikan keselamatan kerja laboratorium. Sebab, ketika melakukan penelitian banyak bahan berbahaya yang digunakan. Bila tidak paham dan mengetahui cara penanganannya, akan membahayakan peneliti itu sendiri.
Hal tersebut juga berlaku ketika melakukan penelitian di luar labolatorium. Peneliti diwajibkan memahami kondisi lingkungan sebelum terjun langsung untuk mengurangi kecelakaan dalam prosesnya. Dan perlu ingat semuanya harus dilakukan dengan fokus dan tidak boleh ceroboh.
Lebih lanjut, selain sering melakukan penelitian, untuk mengisi kegiatan di waktu luangnya, ia sering kali mengikuti kegiatan sosial di lingkungan masrarakat. Salah satunya di Desa Mluweh Kecamatan Ungaran Timur Semarang. Dirinya mengabdi dan membantu masyarakat memberikan pengajaran gratis sampai penyuluhan tentang lingkungan.
“Harapannya dengan kegiatan sosial itu, saya bisa berkontribusi untuk menangani langsung permasalahan yang ada di masyarakat. Sehingga banyak hal yang bisa dipelajari saat terjun ke lingkungan,” paparnya. (fan/all)










