Kepala DKK Semarang: Waspadai DBD saat Musim Hujan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam
KETERANGAN: Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam saat menjelaskan terkait himbauan untuk mewaspadai DBD saat musim hujan, Senin (20/12). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang mengimbau warga agar selalu mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD) saat musim hujan. Pihaknya meminta kewaspadaan itu tak usah menunggu kasus terjadi.

Kepala DKK Semarang, Abdul Hakam mengatakan, belajar dari pandemi Covid bahwa persentase situasi protokol kesehatan pada suatu tempat itu rendah mengakibatkan sebaran kasusnya akan melonjak. Sistem ini jugalah yang digunakan dalam penanganan kasus demam berdarah dengue (DBD).

“Kita tidak akan menunggu kasus DBD itu ada dulu, tapi kita akan melakukan rapat koordinasi dengan puskesmas setempat,” ujarnya saat dimintai keterangan di kantornya, Senin (20/12).

Koordinasi ini dilakukan untuk memantapkan strategi pengendalian penyakit. Serta evaluasi lebih lanjut untuk tahap pemantauan jentik rutin (PJR) yang telah dilakukan oleh setiap wilayah.

“Pokoknya kalau DBD seperti ini kita upayakan kata kunci satu adalah PJR serentak,” ucapnya.

Terkait dengan hal itu itu, warga disarankan melakukan pola hidup sehat dan melakukan aktivitas menguras, menutup tampungan air, dan mengubur barang yang berpotensi menampung air (3M). “Jika menemukan gejala DBD seperti demam, mual, pusing, nyeri perut, warga diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat,” katanya.

Mengenai adanya pihak-pihak yang menyelenggarakan pengasapan (fogging) secara mandiri, dirinya meminta sebaiknya tetap berkoordinasi melalui petugas puskesmas setempat. Sebab, fogging itu ada aturannya. “Hubungi puskesmas, tanyakan apakah fogging itu berizin atau tidak,” ujarnya. (cr3/gih)