Oleh: Napsiyah, S.Pd.SD
Guru SDN 1 Rakit, Kec. Rakit, Kab. Banjarnegara
INDONESIA merupakan Negara Kepulauan, memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing. Indonesia bukan hanya kaya akan bahasa daerah, rumah adat, pakaian adat, tarian adat, serta berbagai macam makanan khas daerah, namun Indonesia juga kaya akan keragaman suku bangsanya. Menurut Badan Pusat Statistik, Indonesia memiliki 1.340 suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayahnya.
Dalam materi pembelajaran IPS KD 3.2 dan 4.2 Kelas IV Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 3 tentang keragaman suku bangsa dan agama di negeriku, anak terkadang merasa kesulitan untuk memahami materi tersebut, karena memang wawasannya masih terbatas pada lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Untuk memahami wilayah yang lebih luas lagi tanpa alat peraga memang benar-benar kesulitan. Maka dari itu, dengan metode Cart and Meth serta menggunakan alat peraga Peta Indonesia diharapkan anak mampu memahami tentang apa itu suku bangsa Indonesia serta mengerti nama-nama suku bangsa serta letaknya dengan tepat.
Pembelajaran Cart and Meth adalah metode pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil dengan memanfaatkan kartu untuk dicocokkan yaitu antara pertanyaan dan jawaban. Sedangkan kelompok penilai sebagai pengoreksi dari kecocokan antara kartu pertanyaan dan jawaban. Suyanto (2009:72) mengungkapkan bahwa model Kartu Berpasangan adalah model pembelajaran dimana guru menyiapkan kartu yang berisi soal atau jawaban, kemudian siswa mencari pasangan kartunya.
Adapun langkah-langkah model Cart and Meth adalah sebagai berikut. Pertama, siapkan bahan dan alat berupa kertas HVS, Peta Indonesia, gunting dan spidol. Gunting kertas HVS dengan ukuran 8×4 cm, kemudian potongan kertas tersebut ditulisi nama salah satu suku bangsa pada setiap potongan kertas tersebut. Masukan seluruh guntingan kertas bertuliskan suku bangsa ke dalam suatu wadah. Secara bergiliran ambilah satu lembar guntingan kertas yang bertuliskan suku bangsa tanpa melihat ke wadah. Bacalah tulisan suku bangsa pada guntingan kertas yang diambil, lalu pasangkan sesuai dengan lokasi suku bangsa itu. Jika ada yang salah memasangkan nama suku bangsa tersebut pada peta, maka harus menyanyi lagu daerah yang sudah hafal.
Keunggulan dari model Cart and Meth, anak mempunyai kreatifitas dan keterampilan serta tidak mudah lupa, karena anak membaca, menulis, serta menerapkan. Adapun kelemahannya adalah suasana kelas menjadi ramai dan membutuhkan waktu yang lama. Jalan keluarnya guru harus dapat memenej waktu dengan sebaik-baiknya serta mengkondisikan anak agar tidak gaduh, tetapi berubah menjadi permainan yang kreatif, efektif dan menyenangkan.
Dengan metode Cart and Meth ini, peserta didik yang awalnya susah memahami suku bangsa yang ada di Indonesia menjadi lebih mudah dan cepat dalam memahaminya, sehingga dalam ulangan harian nilainya menjadi lebih bagus, hampir 75 % di atas KKM. (*)








