Oleh: Musarofah, S,Pd.SD
Guru SDN 06 Purwoharjo, Kec. Comal, Kab. Pemalang
MATA Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah salah satu mata pelajaran yang sangat diminati siswa karena banyak mempelajari tentang alam semesta, dari mempelajari makhluk hidup sampai benda mati. Namun, ada kalanya mata pelajaran ini jadi membosankan karena berbagai alasan, seperti materi kurang menarik sehingga dapat menurunkan minat belajar. Hal ini dapat menyebabkan turunnya hasil prestasi belajar siswa.
Pada mata pelajaran IPA KD 3.2 Membandingkan siklus hidup beberapa jenis makhluk hidup serta mengaitkan dengan upaya pelestariannya kelas IV semester I di Sekolah Dasar Negeri 06 Purwoharjo, hasil belajar siswa masih dibawah KKM. Hanya 40% saja yang sudah diatas KKM. Dengan peristiwa ini, guru jadi berfikir bagaimana caranya dan dengan model pembelajaran apa agar minat belajar siswa tumbuh dan hasil prestasi belajar siswa jadi meningkat. Model pembelajaran picture and picture saya anggap paling tepat untuk mengajar materi pada Kompetensi Dasar ini.
Menurut Shoimin (2014: 122), model pembelajaran picture and picture adalah model pembelajaran yang mengandalkan gambar yang menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran tepatnya gambar dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Model pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran, sehingga sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam bentuk carta dengan ukuran besar. Model pembelajaran picture and picture merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran ini dapat digunakan dalam berbagai mata pelajaran dan tentunya dengan kemasan dan kreativitas guru.Pembelajaran picture and picture memiliki ciri Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan.
Adapun langkah-langkah pembelajaran picture and picture adalah sebagai berikut. Pertama, guru menyiapkan kompetensi yang ingin dicapai. Di langkah ini guru diharapkan untuk menyampaikan apakah yang menjadi Kompetensi Dasar mata pelajaran yang bersangkutan. Kedua, menyajikan materi sebagai pengantar. Menyajikan materi sebagai pengantar merupakan sesuatu yang sangat penting, dari sini guru memberikan momentum permulaan pembelajaran.
Ketiga, guru menunjukan atau memperlihatkan gambar-gambar kegiatan yang berkaitan dengan materi. Dalam proses penyajian materi, guru mengajak siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan mengamati setiap gambar yang ditunjukkan oleh guru atau oleh temannya. Keempat, guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. Kelima, guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Terakhir, guru mulai menanamkan konsep/ materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
Dalam sebuah model pembelajaran tentu ada kelebihan maupun kekurangannya. Kelebihan model pembelajaran picture and picture antara lain, 1) guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa, 2) siswa dilatih berpikir logis dan sistematis, 3) siswa dibantu belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu subjek bahasan dengan memberikan kebebasan siswa dalam praktik berpikir, 4) motivasi siswa untuk belajar makin dikembangkan, 5) siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas.
Adapun kelemahan dari model pembelajaran ini adalah 1) sulit menemukan gambar yang bagus dan berkualitas serta sesuai dengan materi pelajaran, 2) sulit menemukan gambar-gambar yang sesuai dengan daya nalar atau kompetensi yang dimiliki siswa. Kemudian, 3) baik guru ataupun siswa kurang terbiasa menggunakan gambar sebagai bahan utama dalam membahas suatu materi pelajaran, dan 4) tidak tersedianya dana khusus untuk menemukan atau mengadakan gambar-gambar yang diinginkan.
Model pembelajaran picture and picture terbukti dapat meningkatkan minat belajar siswa karena siswa menjadi antusias mengikuti pembelajaran. Siswa yang antusias mengikuti pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar sehingga pada kegiatan akhir penilaian, prestasi belajar meningkat dari 40% menjadi 75% yang mendapatkan nilai diatas KKM. (*)








