BERKAT arahan orang tua dalam mengembangkan potensi di dunia dancer, Merari Belisa Buita Dua kini meniti karier sebagai dancer. Ia mengaku menyukai dunia dancer sejak duduk bangku di taman kanak-kanak (TK).
Untuk menyalurkan kesukaannya itu, perempuan asal Kota Semarang ini kemudian menekuni dunia dancer dengan mengikuti salah satu sanggar dancer di Kota Semarang.
“Perform waktu itu sejak sekolah, kayaknya sih mulai TK. SMA, mulai serius dan masuk manajemen, kayak semacam sanggar namanya Dance By Freedom Works (DBFW),” ujar Merari, sapaan akrabnya, Senin (14/3).
Mahasiswi semester akhir Universitas Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata itu juga menjelaskan, DBFW ini merupakan sanggar yang menyediakan layanan perayaan ulang tahun, wedding, hingga video klip, dan lainnya. “Di situ, aku mulai meniti karier dan dapat job dari DBFW itu,”ucapnya.
Ia mengaku, selama bergabung di sanggar, dirinya sering mendapatkan job. Namun karena pandemi, event dialihkan ke online. Di samping berkarier dengan Sanggar DBWF itu, ia pernah mendapatkan pengalaman pertama kalinya tampil dance dengan model siluet atau kontemporer.
“Pengalaman menarik pertama kali, waktu itu ada job ulang tahun sebuah perusahaan obat-obatan gitu. Mereka meminta, kita buat performance dance yang menceritakan sejarah berdiri hingga sekarang perusahaan itu. Kemudian, kita diskusi dan di-acc akhirnya dancenya model siluet. Latihan cuma satu sampai dua minggu,” jelas gadis kelahiran Juli 1999 itu.
Perempuan yang kuliah di Jurusan Komunikasi Unika Soegijapranata ini menuturkan, tidak hanya pengalaman menarik yang dimiliki, ia juga pernah mengalami hal yang tidak mengenakan.
“Dari basik, keseleo harus pakai hills. Pernah kostum kurang nyaman dipakai, gerakan yang susah. Pengalaman lagi, waktu nge-job di layang-layang harus tampil di rooftop, apalagi waktu itu langit terlihat mendung,” katanya.
Merari berpesan kepada rekan-rekan yang ingin terjun dunia dancer agar tidak takut dan percaya diri. Menurutnya, semua bisa terlihat bagus jika melalui proses belajar. “Jangan malu saat dinilai jelek dan diomongin orang,” ujarnya. (dik/gih)










