Mudah Belajar Fikih dengan Metode Simulasi

Oleh:  Ismet Rahady, S.Ag
Guru MTs Bani Haji Abdul Rosyid Temanggung

SALAH satu tugas sekolah adalah memberikan pengajaran kepada siswa. Mereka harus memperoleh kecakapan dan pengetahuan, di samping mengembangkan pribadinya. Pemberian kecakapan dan pengetahuan kepada peserta didik yang merupakan proses pengajaran (PBM) itu dilakukan guru di sekolah, menggunakan metode-metode tertentu, cara inilah yang sering kita sebut metode pembelajaran.

Fikih merupakan sistem norma (aturan) yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia dan dengan makhluk lainnya. Pembekalan materi yang baik dalam lingkup sekolah, akan membentuk pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki budi pekerti yang luhur. Sehingga memudahkan peserta didik dalam mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi di zaman modern sekarang semakin banyak masalah-masalah muncul yang membutuhkan kajian Fikih dan syariat. Oleh karena itu, peserta didik membutuhkan dasar ilmu dan hukum Islam untuk menanggapi permasalahan di masyarakat sekitar.

Tujuan pembelajaran Fikih adalah untuk membekali peserta didik agar dapat mengetahui dan memahami pokok-pokok hukum Islam secara terperinci dan menyeluruh, baik berupa dalil naqli dan aqli, melaksanakan dan mengamalkan ketentuan hukum Islam dengan benar. Keberhasilan pendidikan Fikih dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari, baik itu dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Pembelajaran yang aktif ditandai adanya rangkaian kegiatan terencana yang melibatkan siswa secara langsung, komprehensif baik fisik, mental maupun emosi. Salah satu upaya guru dalam menciptakan suasana kelas seperti ini yakni dengan menggunakan metode yang benar. Salah satunya metode simulasi.

Metode simulasi merupakan metode mengajar yang dapat membantu siswa memperjelas suatu pengajaran dan membantu peserta didik mempermudah dan menerima materi pelajaran sehingga dapat membekas dalam ingatan, karena belajar melalui melihat, mendengar serta mempraktikkan. Metode simulasi sebagai metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan menirukan kepada siswa tentang proses situasi tertentu, dan siswa juga ikut terlibat dalam hal ini sebagaimana simulasi yang dilakukan.

Dalam strategi pembelajaran, simulasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori dan inkuiri.  Guru memiliki peranan penting dalam keberhasilan penerapan metode simulasi, guru menyiapkan perencanaan pembelajaran dan skenario untuk simulasi siswa. Selain itu, guru juga memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin mengingat metode simulasi membutuhkan waktu yang cukup banyak dalam pelaksanaan dan pemberian penjelasan sebelum dilakukan simulasi, guru juga menyiapkan fisiologis maupun psikologisnya. Disamping guru memaksimalkan apa yang ada di RPP, guru juga harus mampu menggunakan kreativitasnya untuk membuat suasana pembelajaran dapat berjalan dengan atmosfer positif.

Dalam penerapan metode simulasi dapat disimpulkan ada 3 hal yang harus diperhatikan guru. Pertama, perencanaan. Guru melakukan perencanaan atau merancang skenario serta mendiskusikan langkah-langkah dengan siswa. Kedua, sebelum melakukan simulasi guru terlebih dahulu membuat siswa tergabung dalam beberapa kelompok kemudian memberi arahan serta skenario simulasi kepada tiap kelompok. Ketiga, guru melakukan penutup dengan memberikan kesimpulan tentang pelaksanaan simulasi tersebut.

Proses penerapan metode simulasi dalam pembelajaran fikih bagi siswa merupakan hal yang penting dalam pencapaian pembelajaran yang efisien dan efektif. Dalam hal ini, pihak madrasah sudah memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang guru dalam melakukan proses simulasi di madrasah sebagai metode pembelajaran bagi siswa. Guru memiliki peranan penting dalam keberhasilan penerapan metode simulasi, karena guru pada saat proses penerapan metode simulasi bertindak sebagai sutradara/pengarah. Dalam proses penerapan metode simulasi tentunya ada kendala-kendala tertentu yang menjadi perhatian khusus bagi guru. Dalam menyikapi kendala ini guru harus dapat bersabar dan memahami apa yang menyebabkan kendala tersebut, sehingga dengan pemahaman guru proses belajar mengajar dengan penerapan metode simulasi akan berjalan dengan efektif dan sesuai dengan yang diharapkan. (*)