Oleh: Ida Winarti, S.Pd
Guru SDN 02 Samong, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang
DALAM pelaksanaan proses pembelajaran pada sebuah sekolah dasar berbeda dengan pelaksanaan proses pembelajaran pada sekolah menengah. Untuk itu, bagi seorang guru yang bertugas di sekolah dasar dituntut untuk mampu menciptakan suasana pembelajaran yang bervariasi agar peserta didik merasa antusias dan tumbuh semangat belajar serta tidak bosan dalam mengikuti proses pembelajaran.
Utami (2017) menjelaskan bahwa “Cara berpikir siswa sekolah dasar masih dalam bentuk konkrit, mereka belum mampu berpikir secara abstrak. Sehingga untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran serta isi materi ajar dapat dipahami oleh siswa sesuai dengan harapan maka guru harus kreatif mengemas materi pembelajaran dalam bentuk yang konkrit dan tidak mengesampingkan kemampuan berpikir anak”. Pembelajaran pada sekolah dasar yang sangat integral adalah membaca, menulis, dan berhitung. Pembelajaran menulis ini secara kurikulum diberikan kepada siswa yang masih kelas I pada sekolah dasar.
Menulis merupakan awal dari pengenalan cara mengungkapkan cipta, rasa, dan karsa bagi manusia. Dalam pelajaran menulis, yang sangat penting adalah bagaimana agar siswa mengenal dan memahami huruf dan cara menuliskannya dengan benar. Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Muhsin, dkk (dalam Utami, 2017) bahwa “Menulis permulaan adalah kegiatan siswa akan mengenal bagaimana cara menulis huruf dan kalimat dengan memperhatikan kerapihan, huruf kapital, dan tanda baca.”
Menurut Abbas (2006), “Keterampilan menulis merupakan keterampilan mengungkapkan gagasan, pendapat, perasaan kepada pihak lain melalui tulisan.” Bukan perkara mudah untuk menanamkan keterampilan siswa dalam menulis, terutama dalam menulis tegak bersambung. Untuk mengatasi hal tersebut, sebagai upaya meningkatkan keterampilan siswa kelas I dalam menulis tegak bersambung menggunakan bantuan buku halus.
Sebagai permulaan dari belajar menulis yang benar adalah dimulai dari pengenalan bagaimana cara memegang pensil yang benar. Oleh karena itu, keterampilan siswa dalam permulaan menulis sangat perlu diperhatikan, baik oleh guru maupun orang tua wali murid karena apabila diabaikan, nantinya siswa akan mengalami kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Menurut Marwati (2017); “Menulis tegak bersambung adalah menulis huruf demi huruf yang dirangkai menjadi satu kalimat yang memiliki arti,ditulis tegak lurus dan tidak miring.” Aspek yang perlu diperhatikan dalam menulis tegak bersambung adalah komponen huruf, bentuk dan ukuran, jarak, kemiringan serta kesejajaran dan kualitas barisan. Sehingga beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang guru dalam pembelajaran menulis tegak bersambung, diantaranya adalah bentuk, ukuran, tebal tipis, tinggi rendah dan kerapian tulisan.
Siswa diperkenalkan pada cara memegang pensil, cara duduk yang benar, meletakan buku dengan benar dan baik. Kemudian siswa dikenalkan bagaimana cara menulis huruf, menulis kata, dan menulis kalimat dengan memperhatikan kerapian serta tanda baca pada saat menulis. (*)








