MONITA Permata Wijaya, Dara berusia 23 tahun ini memiliki hobi yang unik dan ekstrem dibanding dengan perempuan pada umumnya. Dengan paras yang cantik dan posturnya yang semampai, siapa yang menyangka bahwa dia adalah peternak ayam sekaligus pembalap.
Monita, sapaan akrabnya, kini sukses menekuni bisnis yang identik dilakukan kaum laki-laki. Di rumahnya di Jalan Wates, Kabupaten Sleman dia merawat ratusan ayam jago aduan.
Di sela-sela aktivitasnya memacu motor di arena balap, Monita dengan tekun merawat ratusan ekor ayam jago di peternakan miliknya. Selain sebagai hobi, peternakan ayam jago petarung ini, juga menjadi ladang bisnis bagi gadis cantik ini.
“Saya mulai ternak ayam jago petarung kurang lebih sekitar lima atau enam tahun yang lalu. Keuntungannya sangat tinggi,” ungkapnya.
Di samping rumahnya, berderet kandang ayam jago petarung dengan rapi dan bersih. Ia juga mengaku merawat sendiri ayam-ayam jago andalannya, untuk di koleksi maupun dijual kepada para peminat.
Untuk ayam jago aduan dengan kemampuan bertarung terbaik, akan dihargai sangat mahal. Bahkan harganya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah per ekor.
“Harga ayam petarung variatif tergantung dari kemampuan bertarungnya. Mulai dari ratusan ribu hingga puluhan bahkan ratusan juta,” ungkapnya.
Menurutnya, untuk merawat ayam jago aduan harus memiliki kemampuan khusus. Baik dari segi pemberian makanan, vitamin tambahan, maupun pengetahuan proses metabolisme ayam jago tersebut.
Wanita yang pernah menjadi juara umum Women Indonesian Drag Bike 2018 tersebut, mengaku tetap akan menekuni bisnis ternak ayam jago petarung ini. Hal tersebut didasari pada hobi memelihara unggas.
“Bisnis ini akan terus saya kelola. Karena selain menjadi kecintaannya memelihara unggas, hobi tersebut telah memberinya banyak keuntungan secara ekonomi,” pungkasnya. (fif/bid)










