Bentuk Karakter Berperilaku Jujur di Masa Pandemi

Oleh : Siti Mukaromah,S.Pd.SD
Guru SDN 08 Purwoharjo, Kec. Comal, Kab. Pemalang

PENDIDIKAN adalah sesuatu hal yang penting dan harus dilakukan untuk membentuk generasi bangsa yang tangguh dan siap menghadapi tantangan kehidupan. Pendidikan pada dasarnya adalah usaha untuk memanusiakan manusia. Pendidikan tidak hanya sekedar membantu pertumbuhan secara fisik saja, tetapi juga membantu secara keseluruhan perkembangan pribadi manusia dalam lingkungan yang memiliki peradaban. Salah satu cara untuk membentuk generasi yang diharapkan diperlukan pendidikan akhlak yang baik seperti bersikap jujur dalam segala aspek kehidupan. Mengapa? Karena kejujuran sangat penting untuk menumbuhkembangkan jiwa yang bersih dan berakhlak mulia.

Sementara ini proses pendidikan di kelas pada masa pandemi ini dilarang pembelajaran tatap muka. Pembelajaran hanya bisa disampaikan melalui WhatsApp saja. Tugas dikemas sedemikian rupa sehingga siswa bisa mengerjakan dan mengumpulkan tugas untuk diambil penilaian selama masa pandemi ini. Sebagai guru merasa perlu memberikan solusi untuk menerapkan sikap jujur ketika mengerjakan tugas yang diberikan guru untuk bisa dikerjakan secara individu.

Menurut Kesuma, dkk (2012: 16) jujur merupakan suatu keputusan seseorang untuk mengungkapkan perasaannya, kata-katanya atau perbuatannya bahwa realitas yang ada tidak dimanipulasi dengan cara berbohong atau menipu orang lain untuk keuntungan dirinya. Makna jujur erat kaitannya dengan kebaikan (kemaslahatan). Kemaslahatan memiliki arti bahwa mementingkan kepentingan orang banyak daripada mementingkan diri sendiri maupun kelompoknya. Jujur adalah suatu perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, baik terhadap dirinya maupun pihak lain. Jujur merupakan suatu karakter moral yang mempunyai sifat-sifat positif dan mulia seperti integritas, penuh kesabaran, dan lurus sekaligus tidak berbohong, curang, ataupun mencuri.

Pendidikan karakter bagi guru adalah seorang guru diharapkan mampu mempengaruhi karakter siswa. Guru membantu membentuk watak siswa mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru, cara guru berbicara atau menyampaikan materi, bagaimana guru bertoleransi, cara guru membimbing, cara guru menegur, cara guru berkomunikasi dan intinya membentuk manusia yang baik, warga masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat atau bangsa.

Sikap Jujur kepanjangan bentuk karakter siswa masa pandemi pada siswa adalah sebagai berikut. 1) Menjelaskan pentingnya perilaku jujur pada diri sendiri dan orang lain; 2) Menjelaskan manfaat berperilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari; 3) Menjelaskan akibat perilaku tidak jujur merugikan diri sendiri dan merugikan orang lain; 4) Memberikan contoh gambar-gambar yang menunjukkan keuntungan perilaku jujur; 5) Menunjukkan gambar akibat seseorang tidak berperilaku jujur merugikan diri dan orang lain; 6) Memberikan hadiah sebagai motivasi bila mau berperilaku jujur setiap hari baik di sekolah maupun di rumah; 7) Guru memberikan tugas secara individual berbentuk soal yang berkaitan dengan perilaku jujur dan tidak jujur; 8) Menilai tugas individu dan hasil di share lewat grup WhatsApp kelas dan bagi siswa yang masih rendah nilainya akan diberi tugas lagi sebagai remidi.

Setelah guru kelas menerapkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari melalui home visite, ternyata menurut pengamatan dan wawancara ke siswa hampir sebagian besar siswa mengerjakan tugas sendiri. Hasil tugas yang diberikan guru juga mampu dikerjakan dengan baik dan hasilnya memuaskan. Yang terpenting adalah kita harus berupaya semaksimal mungkin untuk membentuk perilaku jujur siswa dimanapun berada. (*)