Oleh: Eko Purwadi
Guru SDN Kedungori 1, Kec. Dempet, Kab. Demak
KETERAMPILAN berbahasa meliputi keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Pada dasarnya, belajar berbahasa sama dengan belajar berkomunikasi. Dengan demikian, seseorang yang memiliki keterampilan berbahasa yang baik dan benar dapat membantu seseorang memperoleh informasi yang benar pula. Oleh sebab itu, keterampilan berbahasa diajarkan dari jenjang pendIdikan dasar sampai perguruan tinggi.
Proses pembelajaran berbahasa pada tingkat sekolah dasar harus menyesuaikan dengan tahapan berpikir anak sehingga guru perlu kreatif dalam menghadirkan media konkret yang dapat memudahkan anak dalam berbahasa. Kenyataan yang terjadi, pemanfaatan media konkret dalam pembelajaran bahasa belum dilakukan secara maksimal. Ditambah lagi, kurangnya minat belajar bahasa pada siswa mempengaruhi kemampuan membaca siswa.
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil observasi siswa kelas 1 SD Negeri Kedungori 1, sebagian besar siswa belum lancar membaca. Hanya 4 siswa yang sudah bisa membaca lancar, 3 siswa yang mengeja, selebihnya belum bisa membaca sama sekali.
Lebih lanjut, ditemukan bahwa siswa yang belum memiliki kemampuan membaca secara baik dapat mengakibatkan siswa tersebut menjadi terhambat juga dalam pengetahuannya. Siswa yang sudah bisa membaca menjadi terhambat karena harus menunggu teman yang belum bisa membaca. Salah satu solusi yang dapat dilakukan yaitu guru dapat memanfaatkan media dalam pembelajaran bahasa.
Sumantri et.al (2017) berpendapat bahwa media dalam proses pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan yang ingin disampaikan dan mengurangi verbalitas saat pembelajaran, memperdalam pemahaman anak pada materi pelajaran di sekolah, memperagakan sesuatu yang abstrak ke sesuatu yang lebih konkret, mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya ingat, mendorong anak untuk berperan aktif dalam proses belajar, serta memperlancar kegiatan belajar mengajar dan mempermudah tugas mengajar guru. Dengan menggunakan media akan lebih memudahkan guru dalam menerangkan materi pembelajaran di kelas. Salah satu media yang dapat digunakan yaitu media gambar dan kartu huruf.
Adapun langkah pembelajarannya, yaitu: a) siswa dikondisikan untuk duduk di kelompoknya masing-masing. Satu kelompok terdiri dari 4 atau 5 siswa. b) Guru mempersiapkan media gambar dan kartu huruf dan mengenalkannya kepada siswa. c) Guru membagikan 21 buah media gambar dan kartu huruf pada setiap kelompok. d) Guru mengenalkan satu per satu lambang bunyi huruf yang membentuk kata dan siswa menyebutkannya. e) Siswa menebak dan melihat suku kata yang ada di bagian belakang kartu. f) Siswa menyebutkan kata yang memiliki fonem yang sama dengan kata yang ditunjuk guru pada media gambar dan kartu huruf. g) Siswa mengamati dan menyebutkan gambar serta membaca kata dengan suara yang keras dan lantang pada media gambar dan kartu huruf yang ditunjukan oleh guru.
Kemudian, h) guru memberikan media kartu kata bergambar pada salah satu siswa dan diteruskan kepada siswa yang lain sampai seluruh anak di dalam kelompok mendapat kesempatan untuk membaca media gambar dan kartu huruf. i) Setiap siswa memperkenalkan kartu kata pada gambar yang sesuai dan diperlombakan, agar kegiatan pembelajaran lebih menarik. Pada langkah keempat ini merupakan kegiatan penutup. Guru mengajak siswa untuk melakukan diskusi tentang kegiatan bermain media gambar dan kartu huruf dan mengevaluasi mengenai kegiatan satu hari yang telah dilalui di kelas.
Penggunaan media kartu gambar dan kartu huruf di kelas 1 SD Negeri Kedungori 1 Dempet berhasil meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Hal ini dapat terlihat pada hasil pelaksanaan pembelajaran, siswa mahir dalam membaca permulaan. Selanjutnya aktivitas belajar siswa juga tergolong aktif. Alangkah baiknya dalam penggunaan media gambar dan kartu huruf pada siswa kelas I SD untuk meningkatkan kemampuan membaca, perlu disertai dengan pengontrolan kelas yang baik sehingga tidak menimbulkan keributan dalam proses pembelajaran. (*)








