Oleh: Ida Winarti, S.Pd
Guru SDN 02 Samong, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang
TEMBANG dolanan merupakan bagian tak terpisahkan dari permainan anak-anak pada masa lalu. Tembang dolanan sering sekali terdengar di setiap tempat dan waktu, ada yang dinyanyikan dengan dibarengi permainan tradisional. Tembang dolanan merupakan salah satu sarana komunikasi dan sosialisasi anak-anak dengan lingkungannya. Melalui tembang dolanan, anak-anak dapat bergembira, bermain dan bersenang-senang dalam mengisi waktu luang. Oleh karena itu, tembang dolanan merupakan suatu hal yang menarik bagi anak.
Dalam pembelajaran bahasa Jawa di Sekolah Dasar kelas rendah seperti kelas II, terdapat Kompetensi Dasar “Membaca Indah Tembang Dolanan” yang indikatornya mengarah pada kemampuan siswa dalam membaca bacaan (tembang dolanan) sesuai dengan lafal dan intonasi yang tepat. Pengadaan materi membaca indah tembang dolanan bisa dijadikan sebagai salah satu cara melestarikan budaya Jawa berupa tembang dolanan.
Untuk menunjang pembelajaran yang efektif dibutuhkan media pembelajaran, terlebih pada materi membaca indah tembang dolanan. Beberapa media yang sudah ada bisa dikembangkan menjadi media yang lebih menarik lagi. Dalam hal ini, media audio visual dipilih sebagai media yang tepat untuk menunjang pembelajaran membaca indah tembang dolanan. Guru bisa menerapkan media ini dengan memutarkan kaset audio visual berupa VCD dan mengajak siswa mendengar dan melihat pada isi kaset yang diputarkan tersebut. Siswa akan merasa senang dan semangat dalam mengikuti.
Kegiatan manusia dalam sehari-hari tidak terlepas dari membaca. Membaca merupakan salah satu bagian dari keterampilan kebahasaan yang menjadi keterampilan bagi siswa yang harus dikuasai. Anggraeni (2009: 2) mengartikan membaca sebagai suatu kegiatan untuk mengucapkan lambang-lambang bunyi sesuai dengan lafalnya. Membaca merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa tulis yang bersifat reseptif. Karena dengan membaca, seseorang akan dapat memperoleh informasi, ilmu pengetahuan, dan pengalaman-pengalaman baru.
Pengembangan media membaca indah tembang dolanan yang indikatornya mengarah pada kemampuan siswa dalam membaca bacaan (tembang dolanan) sesuai dengan lafal dan intonasi yang tepat. Membaca indah pelaksanaannya secara lisan dan dilaksanakan di depan audiens dengan tujuan audiens merasakan dan memahami apa yang dibaca, dan si pembaca harus menguasai teknik yang baik. Syarat membaca indah adalah pembaca memahami apa yang dibaca dan menguasai teknik pengucapan bunyi bahasa yang bersangkutan.
Salah satu warisan budaya yang dahulu digemari oleh anak-anak (Jawa) adalah tembang dolanan. Tembang dolanan yang biasanya dinyanyikan oleh anak-anak ketika bermain dan bersosialisasi dengan lingkungannya merupakan karya seni yang sangat menarik karena di dalamnya terkandung makna yang tersirat, berisi pesan-pesan moral yang penting sebagai pembentuk karakter yang baik bagi anak bangsa.
Dalam istilah bahasa Jawa, tembang berarti lagu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005), tembang atau lagu diartikan sebagai ragam suara yang berirama (bercakap, bernyanyi, membaca, dan sebagainya).
Brotosejati (2008:8) mengungkapkan kata tembang dalam bahasa Jawa tingkatan halus (krama) disebut sekar. Sekar dalam bahasa halus juga bermakna kembang (bunga) yang sama-sama memiliki sifat yang indah dan mempesona. Sifat yang relatif sama inilah, kembang dan tembang mempunyai dasanama (sinonim) yang sama, yakni sekar. Sedangkan kata dolanan berasal dari kata dasar dolan yang berarti bermain. Dolanan dapat diberi makna bermain-main.
Dalam Kamus Bausastra Jawa (2002), dolanan diartikan sebagai barang sing kanggo ndolani, sarana sing kanggo seneng-seneng. Purwadi (2010: 7) menyimpulkan bahwa lelagon (tembang) dolanan adalah jenis lelagon (tembang) yang bernuansa santai, bersenang-senang, suka cita, riang gembira, dan ringan tanpa beban. Kebanyakan tembang dolanan dinyanyikan oleh anak-anak yang sedang bermain-main.
Tembang dolanan adalah suatu jenis lagu (tembang) yang biasanya dinyanyikan oleh anak-anak saat bermain (dolanan), bisa dengan atau tanpa iringan musik. Biasanya tembang dolanan berirama senang, semangat, dan gembira sesuai dengan karakter anak. (*)








