Belajar Menyenangkan dengan Metode Steam Berbahan Loose Part

Oleh: Suminah, S.Pd
Guru TK Negeri Pembina, Kec. Gajah, Kab. Demak

DUNIA anak adalah dunia bermain. Sepanjang hari dan setiap saat, hidup anak dipenuhi dengan keceriaan dengan bermain. Bagi anak, bermain sesuatu yang menyenangkan, baik bermain sendiri, bersama orang tua, maupun teman. Bermain lebih mengasyikkan dengan adanya benda-benda yang hadir di depan anak, seperti daun-daun, bunga-bunga, pasir, air, dan lain sebagainya.

Selamat Idulfitri 2024

Secara khusus pendidikan  anak usia dini  sebagai fondasi kehidupan yang mampu memberikan bekal untuk menjawab tantangan zaman. Pendidik harus mampu untuk mewujudkan semua itu. Salah satunya dengan metode STEAM (Science Technology, Engineering, Art, and Mathematic). 

STEAM mendorong anak untuk membangun pengetahuan tentang dunia di sekeliling mereka melalui mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Kegiatan STEAM memiliki lebih dari dari satu jawaban benar dan lebih mementingkan proses daripada hasil akhir. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu anak berpikir lebih jauh lagi dan mampu memecahkan masalah.

Fitur utama STEAM adalah pusat pembelajaran dari berbagai subjek berbeda dimana anak bisa menggunakan tangan dan otak mereka. Konsep pembelajaran STEAM sejatinya sudah  lama diterapkan di TK dan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) modern. Metode ini diterapkan sejak usia dini dan tetap akan dikondisikan dengan usia dan kemampuan anak. Sehingga memungkinkan anak usia dini mengikuti dengan senang hati dalam keadaan nyaman dan aman dalam implementasikannya di kehidupan keseharian.

Metode STEAM dapat digunakan dengan menggunakan media berbahan loose part. Yuliati Siantajani menjelaskan bahwa loose part  adalah bahan–bahan yang terbuka, dapat terpisah, dapat dijadikan satu kembali, digunakan sendiri atau digabungkan dengan bahan-bahan lain, dipindahkan. Bahan ini dapat berupa benda alam atau sintetis. Loose part dipilih karena dapat digunakan sesuai pilihan anak, dapat diadaptasi dan dimanipulasi dalam banyak cara, serta mendorong kreativitas dan imajinasi anak.

Ada tujuh komponen loose part. Yaitu bahan alam, plastik, logam, kayu dan bamboo, benang dan kain, kaca dan keramik, serta bekas kemasan.  Guru perlu peka pada kebutuhan dan minat anak, bangun rasa ingin tahu anak, berkomunikasilah dengan komunikasi STEAM.

Untuk pembelajaran di TKN Pembina kecamatan Gajah pada kegiatan perencanaan pembelajaran, guru menentukan tujuan pembelajaran, yakni tujuan yang ingin dicapai setelah terjadinya proses kegiatan pembelajaran. Berbagai kegiatan pembelajaran di TK yang dapat meningkatkan aspek–aspek dengan media cangkang kerang, yaitu 1) Seni: anak mampu membuat alat perkusi  sederhana. 2) Sosial Emosional: anak memiliki perilaku yang mencerminkan sikap  percaya diri, yaitu mampu menyanyi di depan orang lain. 3) Nilai agama dan moral: anak dapat menyebutkan benda-benda ciptaan Tuhan.

Kemudian, 4) bahasa: anak dapat menyusun cangkang kerang menjadi sebuah kata. 5) Kognitif: anak dapat mengkonsep  bilangan dengan cangkang kerang. 6) Fisik motorik: anak dapat berjalan atau berlari sesuai arah dengan mengambil cangkang kerang.

Pembelajaran yang penulis lakukan sangat menarik minat belajar anak. Semua bahan tersebut ada di sekitar kita. Pembelajaran ini diharap dapat mempertinggi hasil belajar dan anak lebih kreatif lagi.

Metode STEAM sangat erat dengan keterampilan abad 21 yaitu kritis berpikir, kreatif, kolaboratif dan komunikatif. Melalui metode ini anak akan belajar tanpa menyadari bahwa dirinya sedang belajar, karena STEAM dikemas dalam bentuk permainan yang menyenangkan bagi anak. Tentunya anak akan senang jika diajak bermain, apalagi guru menyediakan permainan yang memiliki nilai edukasi.

Keunggulan dalam pembelajaran metode STEAM dengan loose part yaitu membantu anak untuk mengajukan pertanyaan, meningkatkan tingkat permainan kreatif dan imajinatif anak. Tak hanya itu, anak menjadi lebih aktif secara fisik, lebih hemat dan mudah didapat, mendorong anak menyelesaikan masalah, serta menemukan cara baru dalam melakukan sesuatu. Tanggapan anak atau respon anak yaitu sangat bermanfaat sebagai ruang ekspresi positif anak dan proses pembelajaran yang alami. (*)