PATI, Joglo Jateng – Para Petambak merugi setelah banjir rob menerjang kawasan pesisir utara Kabupaten Pati, beberapa lalu. Menanggapi hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati meminta pemerintah pusat ataupun daerah untuk memberikan bantuan kepada petani tambak.
Anggota Komisi D DPRD Pati Sukarno mengatakan, banjir rob yang melanda kawasan pesisir utara Pati telah masuk ke dalam ranah bencana alam. Pasalnya, terjadi kenaikan air pasang yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, ia meminta kepada pemerintah untuk segera memberikan bantuan.
“Pemerintah pusat maupun daerah harus memberi bantuan ke petambak yang terdampak. Kerugian masing-masing petambak mencapai ratusan juta. Karena ada tambak yang sudah siap panen, tetapi tenggelam akibat air pasang,” jelasnya.
Ia menjelaskan, kondisi air pasang atau rob pada akhir Mei sampai Juni tahun ini mencapai titik tertinggi, jika dibandingkan dengan fenomena alam serupa di tahun-tahun silam. Sehingga dampak yang ditimbulkan cukup besar.
“Menurut hitungan petambak itu mongso kuwolu. Jadi termasuk air pasang tertinggi dibanding tahun-tahun silam. Tahun sebelumnya, ketinggian air sekitar 1,5 meter dalam kurun waktu setahun. Akan tetapi, saat ini ketinggian air pasang mencapai 2 meter lebih,” paparnya.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dirilis dua pekan lalu, ketinggian air pasang yang terjadi di luar perkiraan. Sehingga para petambak kurang siap untuk menyelamatkan tambak mereka. Maka dari itu, banjir rob yang terjadi diharapkan mampu membuat seluruh pihak lebih peduli terhadap rehabilitasi bakau.
“Dengan adanya musibah banjir rob ini, semoga bisa menyadarkan petambak atau pemerintah untuk peduli terhadap rehabilitasi mangrove. Yang jelas, penanaman kembali tanaman mangrove, Avecenia sp atau Rhyzophora sp saat ini diperlukan untuk mencegah bencana serupa terjadi di kemudian hari,” pungkasnya. (cr7/abd)










