PATI, Joglo Jateng – Sejumlah hewan ternak di Kabupaten Pati ditemukan terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Menindak lanjuti hal tersebut, Dinas Pertanian (Dispertan) Pati menutup sejumlah pasar ternak untuk sementara.
Kepala Bidang (Kabid) Perternakan Dispertan Pati, Andi Hirawadi mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan di laboratorium. Hasilnya, sejumlah hewan ternak dikonfirmasi terpapar PMK. Kasus tersebut merupakan hasil temuan di Kecamatan Sukolilo dan Gabus.
“Yang dari Sukolilo itu kerbau, lalu di Gabus ada sapi. Jumlahnya total ada 11 sampel. Dari kerbau lima, kemudian sapi enam,” terang Andi, Kamis (2/6).
Dengan adanya temuan penyakit tersebut, pihaknya membuat kebijakan dengan menutup pasar hewan sementara. Sebab, menurut keterangannya, kasus penularan PMK bersumber dari pasar hewan.
“Karena kasus semakin meningkat, ada kebijakan dari kami untuk menutup sejumlah pasar hewan. Mulai hari ini (Kamis (2/6), red) sampai tanggal 16. Karena pasar menjadi sumber penularan. Soalnya ada kasus di beberapa kecamatan, itu yang terkena hewan dari pedagang ternak. Jadi pedagang mengambil sapi dari pasar sampai rumah terus sakit,” ungkapnya.
Rencananya, akan ada lima pasar hewan yang ditutup sementara. Yakni empat pasar yang dikelola Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati. Dan satu pasar dikelola desa.
“Dari mulai pasar Margorejo, Winong, Wedarijaksa, dan Tayu. Sedangkan yang dikelola desa ada di Pasar Ngulaan Desa Sumberejo Kecamatan Jaken,” jelasnya.
Sementara ini, pihaknya meminta agar para peternak melakukan penyemprotan di kadang ternak masing-masing. Sebab, pihaknya tidak memiliki tenaga lebih untuk penyemprotan.
“Jadi teman-teman fokus mengobati hewan ternak yang sakit. Karena yang tahu pengobatan secara jelasnya dari dokter hewan. Mulai obat penurun panas, pereda sakit, vitamin, dan lain sebagainya,” tandas dia. (cr7/abd)










