Pati  

Cuaca tak Menentu, Petani Garam Belum Produksi

Ari Wibowo, Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) DKP Kabupaten Pati. (LUTHFI MAJID / JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat petani garam di Kabupaten Pati belum bisa melakukan produksi. Sebab, dibutuhkan cuaca panas untuk dapat melakukan proses produksi garam.

Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pati, Ari Wibowo mengatakan, hingga saat ini kondisi cuaca masih panas dan hujan. Sehingga para petambak merasa kesulitan.

“Mereka sudah membuat penataan lahan, tetapi tiba-tiba hujan. Namanya garam itu tergantung musim, jadi kita tidak bisa lepas dari persoalan itu,” ungkapnya.

Pada saat kondisi cuaca normal, pada bulan Mei para petani seharusnya sudah mulai memproduksi garam. Akan tetapi, cuaca saat ini masih belum memungkinkan untuk melakukan proses produksi.

“Harusnya di pertengahan Mei sudah mulai, kemudian Juni sudah produksi, terutama di sebelah Timur. Jadi di Pati punya 4 tempat produksi garam, mulai dari Batangan, Juwana, Wedarijaksa, dan Trangkil. Pasti dimulai dari wilayah sebelah timur Batangan,” paparnya.

Meski demikian, pihaknya akan tetap membuat target. Paling tidak, Juni mendatang proses produksi harus kembali dimulai.

“Tapi tergantung musim juga. Nanti kita pacu ketika musim kemarau. Apalagi ditambah air rob naik. Itu sangat berpengaruh kepada permukaan air. Sehingga air masuk ke di lahan produksi garam,” jelasnya.

Sementara ini, para petani garam masih menggunakan lahan untuk budidaya ikan. Hal itu dikarenakan, cuaca saat ini belum memungkinkan untuk melakukan produksi garam.

“Lahan garam di Pati tidak murni seperti lahan garam di Madura. Kita saat musim hujan memang untuk budidaya ikan. Seperti ikan bandeng dan nila. Sedangkan saat musim kemarau baru beralih ke garam,” tuturnya.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Sehingga, produksi garam di Pati menjadi tersendat.

“Tahun kemarin musim kering tapi basah. Sehingga produksi garam tidak begitu bagus. Saat ini juga mengalami hal serupa. Kalau musim normal, kita punya produksi garam bagus,” tandasnya. (cr7/abd)