Pati  

Panen Kopi Diprediksi Menurun

RAWAT: Terlihat seorang petani di Desa Tanjungsari Kecamatan Tlogowungu sedang merawat tanaman kopi, belum lama ini. (ISTIMEWA / JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati memperkirakan hasil panen kopi tahun ini mengalami penurunan. Hal itu diakibatkan intensitas hujan yang tergolong tinggi.

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dispertan Pati, Gunawan mengungkapkan, perbedaan cuaca dengan tahun-tahun sebelumnya mempengaruhi hasil panen kopi. Oleh sebab itu, pihaknya memprediksi terjadi penurunan jumlah panen, meski tidak terlalu signifikan.

“Kalau kita lihat situasi saat ini, kondisi intensitas hujan relatif beda dengan tahun kemarin. Karena hujannya lebih tinggi, kemungkinan sedikit ada  penurunan hasil panen. Tapi penurunannya seberapa kita belum tahu sebelum di panen. Jadi kita tidak bisa menyebutkan angka,” ujarnya.

Pihaknya memperkirakan masa panen kopi terjadi antara Juli sampai dengan Oktober mendatang. “Jadi kalau di tanya panen tahun ini kita belum tahu. Prediksi kami selaku teknis, karena intensitas hujan tinggi otomatis kembang-kembang banyak yang rontok,” imbuhnya.

Jika dilihat dari tahun 2020 lalu, panen kopi mengalami kenaikan yang lumayan tinggi. Hasil panen per hektare bisa mencapai 890 kilo, dari sebelumnya yang hanya menghasilkan 800 kilo per hektare.

Sebagai tambahan informasi, luas lahan perkebunan kopi di Kabupaten Kota Bumi Mina Tani adalah seluas 1.576,90 hektare. Meliputi 20 Desa dari 4 kecamatan yang berada di lereng Gunung Muria. Mulai dari Kecamatan Gembong, Tlogowungu, Gunungwungkal, dan Cluwak. (cr7/abd)