PATI, Joglo Jateng – Di tengah merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati memperkirakan stok hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1443 aman. Hal tersebut dilihat dari jumlah populasi hewan ternak di Pati saat ini.
Kepala Bidang (Kabid) Pertenakan Dispertan Pati, Andi Hirawadi mengungkapkan, dari tahun ke tahun, Kabupaten Pati merupakan salah satu daerah penghasil sapi dan kambing. Sehingga, pasokan hewan kurban saat Idul Adha 1443 dirasa dapat tercukupi.
“Jika dilihat dari tahun sebelumnya, Pati menjadi pemasok hewan ternak di beberapa daerah. Jadi, terkait pasokan hewan kurban di Pati tidak ada kendala. Populasi hewan ternak di Pati juga banyak. Kambing ada sekitar 200 ribu lebih, sedangkan sapi mencapai 100 ribu lebih. Cukup kalau untuk pasokan Idul Adha,” terangnya, belum lama ini.
Meski stok hewan kurban dinilai tercukupi, pihaknya berharap agar PMK segera mereda sebelum Idul Adha. Sehingga tidak menimbulkan gejolak di kalangan masyarakat, meski PMK tidak menular ke manusia. Akan tetapi, pihaknya tetap mengimbau kepada para peternak untuk mewaspadai penularan PMK pada hewan ternak mereka.
“Imbauan kepada pemilik ternak, diharapkan tidak membeli ternak terlebih dahulu. Takutnya, yang dianggap sehat mungkin bisa saja terinfeksi virus. Sehingga di khawatirkan menular ke ternak yang lama. Jadi lebih baik menunggu PMK mereda,” jelasanya.
Selain itu, Andi mengingatkan supaya peternak bisa tetap menjaga kebersihan kadang dengan cara penyemprotan disinfektan, sebagai langkah antisipasi penularan PMK. Kemudian, ketika terjadi kasus yang menunjukkan gejala PMK, peternak diminta untuk segera melaporkan agar petugas dapat segera menangani.
“Para peternak dapat membuat disinfektan sendiri untuk menyemprot kandang. Caranya dengan menggunakan detergen.,” pungkasnya. (cr7/abd)










