Tips Memotivasi Anak yang Malas Belajar

Oleh: Endang Purwatiningsih, S.Pd.,SD
Guru SDN 07 Tegalsari, Kec. Ampelgading, Kab. Pemalang

ADA anak yang senang belajar dan sekolah secara konsisten menerima nilai tinggi dan dapat memotivasi dirinya sendiri untuk belajar. Sebaliknya, ada anak yang tidak tertarik untuk belajar dan kurang fokus. Maka kita mungkin akan bertanya-tanya bagaimana caranya agar anak mau belajar rajin dan tekun. Mendorong anak agar memiliki motivasi belajar sangat penting bagi anak. Dengan meluangkan waktu untuk memahami metode unik, kekuatan, kelemahan dan kebutuhan anak, motivasi menjadi mungkin.

Selamat Idulfitri 2024

Motivasi belajar menurut Sardiman (2018: 75) adalah “Keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai”.

Berikut tips agar guru dapat untuk memotivasi anak agar mau belajar dengan rajin. 1) Tetap terlibat. Hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Illinois Center untuk studi orangtua-anak menunjukkan bahwa terlibat dalam kehidupan akademik anak adalah salah satu langkah paling penting yang dapat dilakukan oleh guru. 2) Mengajukan pertanyaan. Tanyakan kepada anak apa yang sedang ia pelajari. Jadikan ini tujuan kita yaitu mengetahui apa yang sedang dipelajari di sekolah dengan bertanya pada anak. Penting juga bagi kita sebagai seorang guru untuk menanyakan pengalaman belajar mereka. Apa yang mereka nikmati, apa  yang memicu minatnya, pelajaran apa yang membutuhkan bantuan.

3) Batasi penggunaan gadget. Ini mungkin sulit dilakukan di jaman sekarang. Tapi, dengan menunda memperkenalkan anak kepada gadget malah akan mendorong anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Terus-terusan bermain games dapat menghambat anak dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Tapi, tidak selamanya gadget itu buruk, ada beberapa permainan yang baik untuk anak dan dapat mendorong kreativitasnya. Hanya saja, ingat untuk tetap harus membatasinya,

4) Memberi bimbingan positif. Jadikan pembelajaran dan sekolah pengalaman yang positif. Ini berarti berbagi pengalaman positif yang kita miliki,  sebagai seorang anak serta serta fokus pada sikap positif saat membantu anak belajar. Tekankan kelebihan anak dan berikan pujian saat selesai belajar atau mengerjakan tugas. Ini akan membuat anak merasa nyaman saat meminta bantuan Kita dalam mengerjakan tugas dan menyelesaikan masalah yang mungkin mereka hadapi di sekolah.

Kemudian, 5) menetapkan jadwal belajar. Bantu anak mengembangkan kebiasaan mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik. Tentukan area rumah, seperti meja di kamar mereka atau ruang di meja dapur, tempat anak dapat mengerjakan pekerjaan rumah. Tetapkan jadwal setiap hari untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan belajar. Jadikan ini kegiatan yang nyaman, jauh dari kebisingan. Orangtua juga bisa menyediakan makanan kecil untuk meningkatkan semangatnya.

Penting juga untuk membantu anak mengembangkan harapan. Nilai apa yang mereka harapkan? Bantu anak untuk selalu fokus pada peningkatan. Jika tes matematika terakhir anak tidak seperti yang diharapkan, bantu anak berlatih sehingga rasa percaya diri meningkat dan mendapatkan nilai yang lebih baik.

6) Lakukan kegiatan yang mendorong minat belajar. Selain tetap terlibat, membimbing dengan sikap positif dan membantu mengembangkan rutinitas dan harapan, kita juga dapat melakukan beberapa hal, seperti mengunjungi museum, pergi jalan-jalan alam, menjelajahi topik yang berbeda setiap kali, melakukan perjalanan mingguan ke perpustakaan dan bantu anak menemukan buku tentang topik yang menarik, dan banyak lagi.

Mendorong anak untuk belajar tentu membutuhkan kesabaran dan usaha. Hal ini tidak akan terjadi dalam waktu singkat, perlu waktu tentunya. Demikian semoga tips atau kiat-kiat ini bisa membantu semangat anak-anak didik kita dalam membangkitkan semangat belajar bagi anak-anak yang ada kecenderungan malas belajar. (*)