Pati  

Upayakan Penurunan Stunting, TPPS Dikukuhkan

FOTO BERSAMA: Pengukuhan Tim Percepatan Penanganan Kasus Stunting (TPPS) di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (6/6). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengukuhkan Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) di Pendopo Pati, Senin (6/6). Adapun pembentukan tim tersebut bertujuan untuk menurunkan persentase kasus stunting di Pati. Dalam acara tersebut, 18 kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dikukuhkan menjadi tim TPPS.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB), Muchtar ditunjuk sebagai ketua TPPS tahun ini. Kemudian, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati, Aviani Tritanti Venusia dipilih menjadi wakil ketua.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, pembentukan TPPS merupakan aksi nasional.  Oleh sebab itu, pembiayaan dibebankan kepada negara dengan anggaran cukup besar. Dengan dibentuknya tim tersebut, pihaknya berharap kasus stunting dapat terus ditekan.

Selain itu, TPPS yang telah dikukuhkan diharapkan mampu secara aktif melihat kondisi di lapangan. Menurutnya, kasus stunting dapat segera teratasi bila adanya penanganan secara cepat dan tepat. Pasalnya, angka kasus stunting di Pati cukup tinggi.

“Saat ini kita sudah mencapai 4,5 persen. Kalau dilihat dari tahun ke tahun, kita sudah ada perubahan yang cukup bagus. Dari dulu yang jumlahnya 37 persen, Jawa Tengah nomor 3 tertinggi. Namun setelah ada penganan, akhirnya mengalami penurunan,” jelas Haryanto.

Haryanto menuturkan, pihaknya juga telah membuat peraturan bupati (Perbup) yang terintegrasi. Mulai dari OPD terkait, hingga desa. Dengan adanya dukungan anggaran, percepat penurunan angka stunting dapat dilakukan. Meskipun tidak dapat membiayai penanganan secara keseluruhan.

Dengan adanya kader TPPS yang berjumlah 3060 orang, pemantauan tumbuh kembang anak diharapkan bisa terus dilakukan. “Anak kalau setiap bulan di posyandu itu diukur. Dari mulai lingkar kepala, berat badan, kemudian panjangnya. Jadi bertujuan perkembangan anak bisa terus dipantau,” pungkasnya. (cr7/abd)