Oleh: Sri Arpuatun, S.Pd
Guru TK Negeri Pembina, Kec. Karanganyar, Kab. Demak
LOOSE part adalah media material lepas yang dapat dipindahkan dibawa digabungkan dirancang ulang, dipisahkan, dan disatukan kembali dengan berbagai cara. Jadi, media ini bisa digunakan dan dibentuk sesuai dengan imajinasi masing-masing anak, maka tak heran jika loose part dapat membantu mengekspresikan kreativitas tanpa batas. Bahan-bahannya pun juga ada yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak. Contoh, jika seorang anak mengambil kerikil/ batu kecil, kemungkinan besar batu kecil itu bisa menjadi apapun yang diinginkan anak-anak sesuai dengan imajinasi kebutuhannya, kreatifitas rasa ingin tahu, keinginan dan kebutuhannya.
Dengan demikian, loose part akan mengantarkan pada kegiatan eksplorasi alami dari dirinya sendiri tanpa paksaan atau perintah dari orang lain. Saya sebagai guru kelas kelompok B3 TK Negeri Pembina Karanganyar Demak mengajak anak untuk belajar dengan menggunakan loose part dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Anak diberi kebebasan untuk memilih apa yang mereka suka bahan-bahan loose part yang ada di area-area untuk melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan tema pada hari itu.
Adapun dalam satu hari anak diajak kegiatan di empat area dalam kegiatan inti. Dimana di area-area tersebut anak bermain menggunakan bahan-bahan loose part yang sudah ditata sedemikian rupa sehingga anak mudah untuk menggunakannya dan anak dibuatnya agar anak merasa senang didalam kegiatan area tersebut.
Pembelajaran di bidang pengembangan bahasa yaitu di area baca tulis anak bisa memilih bahan-bahan loose part yang ada di area baca tulis, di antaranya batu besar, batu kecil hitam, kerang putih, kerang hijau, tutup botol, kancing baju dengan berbagai ukuran, kartu huruf kayu, pecahan genting, dan bahan loose part lainnya. Anak meniru tulisan yang dicontohkan guru sebagai kegiatan di area baca tulis sesuai dengan tema pada hari itu, misalnya tema kendaraan di darat yang biasa dipakai anak-anak setiap hari untuk pergi sekolah atau main.
Contohnya, guru memberi contoh tulisan dengan menggunakan spidol s-e-p-e-d-a. Anak-anak mencontoh menyusun huruf demi huruf dengan menggunakan bahan-bahan loose part yang tersedia boleh menggunakan lebih dari dua bahan sehingga tersusun tulisan yang sama dengan contoh guru.
Adapun cara menggunakannya anak bebas memilih apa yang mereka suka dan senangi tanpa ada perintah atau paksaan dari guru. Semua atas inisiatif anak itu sendiri. Oleh karena itu, sebaiknya guru jangan membatasi kreativitas anak dalam penggunaan bahan loose part.
Pengembangan di bidang pengembangan kognitif (area matematika) anak diajak bermain berhitung, penambahan, pengurangan menggunakan bahan loose part yang tersedia. Anak boleh memilih bahan loose part apa yang mereka sukai yang sesuai tema pada hari itu yang penting bahannya aman dipakai untuk kegiatan atau bermain anak. Di area matematika anak bisa belajar menghitung sesuai angka, mengelompokkan sesuai bentuk, warna, ukuran, memasangkan sesuai pasangannya, melakukan penjumlahan dan pengurangan dengan bahan loose part, mengenal perbedaan benda, besar kecil, lebih kurang, tinggi rendah, berat ringan, tebal tipis, dan seterusnya.
Pengembangan seni (area seni) anak diajak bermain membuat kreasi dan imajinasinya sendiri dengan bahan loose part yang tersedia di area seni. Anak berkreasi membuat hasil karya sesuai keinginan dan kemampuan anak sendiri tanpa ada perintah dari guru. Anak boleh memilih bahan loose part yang tersedia sesuai kemauan anak. Misalnya membentuk dengan plastisin, melipat dengan kertas lipat, membentuk dengan benang, tali rafia, membentuk dengan stik es krim, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan lain.
Pengembangan sosial emosional (area balok) anak berkreatifitas bebas sesuai imajinasinya untuk membentuk suatu benda atau bangunan yang sesuai pada hari itu, anak membentuk bangunan dari yang mudah sampai yang sulit dengan balok-balok yang tersedia boleh bekerja sendiri boleh juga bekerja sama dengan temannya supaya anak bisa bersosialisasi emosionalnya. (*)








