Pati  

Dinas Kelautan dan Perikanan Pati Imbau Petani untuk Produksi Garam Berkualitas

Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pati, Ari Wibowo. (LUTHFI MAJID / JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati mengimbau kepada para petani untuk memproduksi garam yang berkualitas. Yakni tidak hanya dengan menjual produk dalam bentuk bahan baku saja, melainkan dikembangkan menjadi garam halus.

Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar)  DKP Pati, Ari Wibowo mengatakan, para petani harus bisa menciptakan garam dengan kualitas baik. Sehingga, produk yang dihasilkan dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Kalau petani hanya berkutat di produksi, tentu tidak akan ada perubahan. Seharusnya produksi, lalu bisa menjual menjadi olahan sendiri. Artinya, garam harus diolah dahulu. Mungkin kalau dengan washing plant bisa dibuat garam halus, dikemas, kemudian di situ nilai tambahnya akan menjadi lebih tinggi,” jelasnya.

Rencananya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati akan mengupayakan masyarakat, khususnya petambak garam agar memiliki posisi tawar. Sehingga harapannya, penghasilan yang didapatkan dapat semakin meningkat.

“Jadi saat ini ada program pemerintah yang baru dikembangkan, salah satunya washing plant. Atau mengolah menjadi garam halus, dikemas, kemudian di pasarkan,” jelas Ari.

Dengan program tersebut, pihaknya berharap para petani dapat memproduksi garam halus secara rutin. Sebab menurut Ari, Kota Bumi Mina Tani merupakan penghasil garam terbesar nomor satu di Jawa Tengah.

“Kalau tahun kemarin sudah nomor empat se-Indonesia. Karena sekarang sudah banyak di Jawa Barat. Seperti Indramayu, mulai banyak lahan yang di garap untuk petambak garam. Tetapi untuk Jawa Tengah, kita masih nomor satu,” pungkasnya. (cr7/abd)